Kabar Siswa Meninggal Keracunan MBG di Kudus, SPPG Sebut Hoaks
KUDUS[BahteraJateng] – Beredar kabar di media sosial tentang seorang siswi SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah meninggal dunia pada Senin, (2/2). Ia disebut meninggal akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang juga dialami ratusan siswa sekolah tersebut pada Kamis (29/1).
Namun, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok MBG sekolah tersebut memberikan bantahannya.

Kepala SPPG Purwosari 1 Kudus, Nasihul Umam, menyebut informasi yang beredar itu sebagai hoaks.
“Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus berinisial RMA akibat keracunan MBG adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks,” ujar Nasihul Umam dalam keterangan tertulis pada Senin (2/2).

Ia mengungkapkan siswi tersebut memang meninggal dunia, tetapi karena riwayat penyakit serius yang telah lama dideritanya.
Menurutnya, almarhum telah lama berjuang melawan kanker nasofaring sejak masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi, Semarang.
“Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang,” tutur Nasihul.
Sejak Januari 2025, almarhum disebut tidak lagi masuk sekolah dan otomatis tidak menerima paket MBG.
Sejak kejadian dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa pada Kamis (29/1), sekolah tidak lagi menerima distribusi menu MBG dari SPPG Purwosari hingga hari ini (3/2).
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG hingga mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM.
Surat BGN bernomor 229/D.TWA/01/2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1 perihal pemberhentian operasional sementara itu, beredar di sejumlah grup WhatsApp.
Saat dikonfirmasi, Ketua Satgas MBG Kudus yang juga Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, hanya mengiyakan tanpa penjelasan lebih lanjut.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyatakan seluruh siswa yang sempat dirawat di sejumlah rumah sakit sudah pulang.
Sebelumnya ratusan siswa menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi soto yang dibagikan pada Rabu (28/1).
Puluhan diantaranya harus dirawat di sejumlah rumah sakit setelah gejala berlanjut hingga Kamis (29/1). Hingga kini penyebabnya dinyatakan masih dalam penyelidikan di laboratorium.(day)

