MPWK FT UNISSULA Dorong Mahasiswa Rumuskan Solusi Banjir dan Smart City
SEMARANG[BahteraJateng] – Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan solutif dalam menjawab persoalan banjir, Smart City, dan penataan ruang melalui diskusi terbatas mata kuliah Studio Pembangunan Kota.
Mata kuliah yang diampu Dr. Agus Rochani, dan Dr. Abied Rizky Putra Muttaqien, tersebut mengangkat berbagai kasus nyata pembangunan wilayah di Indonesia. Mahasiswa tidak hanya diminta memahami persoalan secara konseptual, tetapi juga menyusun solusi konkret yang dapat diterapkan di lapangan.

Dr. Agus Rochani menjelaskan, pendekatan studio dirancang menyerupai praktik profesional perencana kota. “Kami mengarahkan mahasiswa agar tidak sekadar memahami masalah, tetapi mampu menghasilkan solusi berkelanjutan,” ujarnya.
Isu yang dibahas meliputi banjir di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jakarta, dan Semarang, yang diperparah oleh alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan permukiman. Mahasiswa mengkaji integrasi sistem drainase berbasis Geographic Information System (GIS) dengan pendekatan green infrastructure, seperti pembangunan taman retensi dan penguatan koridor hijau.

Selain itu, diskusi juga menyoroti optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mencegah konflik lahan antara industri, pertanian, dan permukiman.
Menurut Dr. Abied Rizky Putra Muttaqien, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan urbanisasi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi S2 MPWK FT UNISSULA, Dr. Mohammad Agung Ridlo, menyampaikan bahwa program ini telah memasuki angkatan kedua.
Seleksi administrasi semester genap 2025/2026 dilaksanakan secara daring pada 24 Februari 2026, sementara wawancara dijadwalkan 26 Februari 2026.
Program ini dirancang untuk mencetak lulusan unggul dalam analisis dan perencanaan wilayah serta kota, dengan fokus pada isu perubahan iklim, urbanisasi, dan ketimpangan spasial di Indonesia
“Program ini bukan hanya gelar, tapi investasi untuk masa depan kota-kota Indonesia yang berkelanjutan,” tegas Dr. Mohammad Agung Ridlo..

