Prof. Noor Achmad Tegaskan Internasionalisasi dan Penguatan Karakter Lulusan Unwahas
SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa proses pengembangan Unwahas terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan internasionalisasi dan digitalisasi kampus.
Menurutnya, hingga saat ini Unwahas telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan institusi di 17 negara sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa dan sivitas akademika untuk memiliki kemampuan berinteraksi secara global.
“Pengembangan kampus terus dilakukan, salah satunya melalui internasionalisasi dan digitalisasi. Saat ini sudah ada kerja sama dengan sekitar 17 negara,” ujar Prof. Noor Achmad kepada BahteraJateng pada Sabtu (14/3).

Ia menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan berinteraksi, serta mampu bekerja dalam tim.
Menurutnya, tidak sedikit lulusan dengan nilai akademik sangat tinggi, bahkan mendekati sempurna, namun mengalami kesulitan beradaptasi dalam lingkungan kerja karena kurang memiliki kemampuan komunikasi dan kerja sama.
“Kadang ada yang sangat pintar secara akademik, tetapi tidak bisa bekerja sama dengan orang lain atau team work. Padahal perusahaan membutuhkan orang yang mampu berkolaborasi, berinteraksi, dan menyelesaikan pekerjaan bersama,” jelasnya.
Oleh karena itu, Unwahas berupaya membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif.
Prof. Noor juga menilai alumni Unwahas memiliki keunggulan dalam hal sikap dan etika kerja.
Hal ini terlihat dari sejumlah perusahaan yang memberikan penilaian positif terhadap lulusan kampus tersebut.
Menurutnya, karakter dan adab yang dibangun melalui nilai-nilai pendidikan di Unwahas menjadi pembeda bagi para alumni di dunia kerja.
“Kita ingin lulusan Unwahas tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki adab, mampu berinteraksi, serta menjadi pribadi yang transformatif di tengah masyarakat,” tegasnya.

