UDD PMI Kota Semarang
Tiga komunitas donor darah di bawah naungan PMI Kota Semarang menggelar perayaan HUT dan halalbihalal di Gedung Unit Donor Darah (UDD), Sabtu (11/4).(Dok. Humas PMI)

Tiga Komunitas Donor PMI Semarang Perkuat Sinergi Jaga Stok Darah

SEMARANG[BahteraJateng] — Tiga komunitas donor darah di bawah naungan PMI Kota Semarang menggelar perayaan hari ulang tahun (HUT) yang dirangkai dengan halalbihalal di Gedung Unit Donor Darah (UDD) pada Sabtu (11/4).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan stok darah di wilayah tersebut.


Kepala UDD PMI Kota Semarang, dr. Ayu Binta Syakura, menegaskan bahwa komunitas donor memiliki peran vital dalam memastikan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas. Tiga komunitas utama yang menjadi tulang punggung pelayanan yakni pendonor 100 kali, rhesus negatif, dan apheresis.

“Komunitas ini bukan hanya aktif mendonor, tetapi juga menjaga pola hidup sehat sehingga kualitas darah tetap terjaga,” ujarnya.


Menurutnya, konsistensi para pendonor turut mendorong UDD PMI Kota Semarang meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta predikat paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selain komunitas internal, PMI Kota Semarang juga memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas donor lain, termasuk OBABA dan jaringan komunitas tingkat kota hingga nasional. Sinergi ini dinilai mampu mempercepat respons terhadap kebutuhan darah di masyarakat.

Kepala Bidang UDD PMI Kota Semarang, dr. Widoyono, menyebut kegiatan ini menjadi forum komunikasi antara PMI dan komunitas donor. Melalui forum tersebut, PMI dapat menampung aspirasi sekaligus melakukan evaluasi layanan.

“Masukan dari komunitas sangat penting karena mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Ketua Komunitas Rhesus Negatif Semarang, Harry Murdiyanto, mengatakan komunitasnya yang kini berusia tujuh tahun memiliki sekitar 100 anggota aktif yang tersebar di Jawa Tengah, seperti Weleri dan Batang. Jaringan tersebut juga terhubung secara nasional untuk memenuhi kebutuhan darah langka.

“Jika ada kebutuhan mendesak di luar kota, kami bisa langsung berkoordinasi dengan jaringan di daerah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DDS 100X, Suhartoto, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap donor darah sebagai bagian dari aksi kemanusiaan sekaligus menjaga kesehatan.

Di sisi lain, Ketua Komunitas Donor Apheresis Semarang, Yoga Abadi, menjelaskan bahwa metode apheresis memungkinkan pengambilan komponen darah tertentu seperti trombosit atau plasma secara lebih spesifik menggunakan mesin, sehingga sangat membantu pasien dengan kebutuhan khusus.

Melalui momentum ini, komunitas donor PMI Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memastikan kebutuhan darah di wilayah Semarang dan sekitarnya tetap terpenuhi secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *