Longsor di Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Satu Warga Tewas
PURBALINGGA[BahteraJateng] — Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Slamet kembali memicu bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Peristiwa yang terjadi di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Minggu (12/4) pukul 09.55 WIB ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.
Longsor terjadi di Dusun Pondok Nangka RT 14 RW 05, ketika material tanah dan batu besar dari tebing tiba-tiba runtuh dan menghantam tiga rumah warga yang berada di bawahnya. Ketiga rumah tersebut milik Sunaryo, Sugianto, dan Yono, dengan bagian dapur mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsoran.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Material batu berukuran besar langsung menerjang area dapur rumah warga saat aktivitas sedang berlangsung.
“Batu besar yang jatuh dari tebing itu langsung menimpa area dapur saat para korban berada di dalam rumah,” ujarnya.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Yanti (38), sementara Karsini (34) mengalami luka parah. Keduanya saat kejadian tengah memasak di dapur rumah Sugianto.
Mereka sempat mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah, namun tidak sempat menyelamatkan diri sebelum longsoran menghantam bangunan.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, total terdapat tiga rumah terdampak, satu korban meninggal dunia, dan satu korban luka serius. Sebanyak 11 warga dari tiga keluarga terdampak terpaksa diungsikan ke rumah kerabat terdekat.
Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Rinciannya, dapur rumah Sunaryo mengalami kerusakan sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp37 juta, termasuk satu unit kandang kambing. Dapur rumah Sugianto rusak berat dengan kerugian sekitar Rp52,5 juta, sementara dapur rumah Yono juga rusak berat dengan kerugian sekitar Rp37,5 juta.
Saat ini, tim BPBD bersama warga masih melakukan asesmen lanjutan dan penanganan di lokasi kejadian, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di kawasan lereng Gunung Slamet.

