Hoaks Larangan Kurban oleh Menag, Rektor UIN Walisongo Ajak Tabayyun
SEMARANG[BahteraJateng] — Informasi di media sosial yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban dan menggantinya dengan uang dipastikan hoaks atau tidak benar.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan narasi tersebut merupakan disinformasi akibat potongan video yang tidak utuh.

Video itu berasal dari pernyataan Menag dalam acara Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan pada 2 April 2026.
“Informasi tersebut tidak benar karena pernyataan dipotong dan kehilangan konteks,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, pengelolaan kurban melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) justru bertujuan meningkatkan kualitas ibadah, baik dari sisi syariah maupun distribusi. Penyembelihan tetap dilakukan, didukung fasilitas rumah potong hewan yang higienis dan sesuai standar.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, mengajak masyarakat bersikap bijak dalam menyikapi informasi.
“Mari gunakan media sosial secara baik dan bertanggung jawab. Pentingnya tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi,” katanya pada Jumat
Musahadi juga mengimbau masyarakat tetap melaksanakan ibadah kurban dengan baik serta mendukung upaya peningkatan kualitas pelaksanaannya.

