Jateng Luncurkan Jelantah Jadi Rupiah, Minyak Bekas Dibeli Rp7.000 per Liter
SEMARANG[BahteraJateng] – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah sebagai upaya mendorong ekonomi sirkular berbasis rumah tangga sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Program tersebut diluncurkan dalam Kick Off Meeting Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Jumat (17/7).
Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan program yang selaras dengan visi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen itu mengajak masyarakat mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi sumber pendapatan.
“Keberhasilan pengelolaan limbah minyak jelantah ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi keluarga, terutama para ibu sebagai pengelola rumah tangga,” ujar Nawal.
Program dijalankan melalui kerja sama TP PKK Jawa Tengah dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari (GML). Kader PKK di tingkat desa dan kelurahan akan menjadi koordinator pengumpulan minyak jelantah, yang selanjutnya diperluas melalui jaringan 49.149 Posyandu di Jawa Tengah.
Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, menjelaskan setiap liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Dari jumlah tersebut, Rp5.000 diberikan kepada warga sebagai hasil penjualan, sedangkan Rp2.000 menjadi kas PKK desa. Seluruh transaksi dicatat secara digital sehingga dapat dipantau secara transparan melalui aplikasi.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, minyak jelantah yang terkumpul akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti biodiesel dan bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Pada kesempatan yang sama, TP PKK Jawa Tengah juga menandatangani nota kesepakatan dengan PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang untuk mengembangkan program pilah sampah menjadi tabungan emas sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.(sun)

