Rachmad alias Zulkar Rock N Roll
Rachmad alias Zulkar Rock N Roll seorang pemancing sekaligus pemaser asal Semarang memperlihatkan tangkapan lele raksasa dengan bobot 13,5 kilogram dan panjang lebih dari satu meter.(Dok. RP)

Dari Kakap Putih hingga Lele, Kisah Pemaser Semarang Bertahan Hidup dari Sungai

SEMARANG[BahteraJateng] — Selama belasan tahun, Rachmad alias Zulkar Rock N Roll seorang pemancing sekaligus pemaser asal Semarang mengandalkan aktivitas memancing dan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Berbagai jenis ikan dari sungai hingga kawasan muara menjadi sumber penghasilannya sehari-hari.

Warga Satria Raya, Semarang Utara, itu rutin mencari ikan untuk kemudian dijual kepada sejumlah lapak langganan. Kakap putih, nila, gabus atau kutok, hingga lele menjadi sejumlah jenis ikan yang pernah menjadi hasil tangkapannya.


Zulkar mengatakan aktivitas tersebut telah dijalaninya selama belasan tahun. Ia tidak terpaku pada satu lokasi maupun jenis ikan karena kondisi cuaca sangat menentukan wilayah yang dapat dijangkaunya.

Ketika cuaca mendukung, Zulkar biasanya mencari kakap putih di kawasan Banjir Kanal Barat hingga wilayah muara. Namun, ketika kondisi tidak memungkinkan untuk mencari ikan di muara maupun laut, ia beralih menyusuri sungai-sungai di Kota Semarang.


“Kalau cuaca bagus, saya biasanya mencari kakap putih. Tetapi kalau cuaca tidak mendukung untuk ke muara atau laut, saya bergeser mencari nila, gabus, kutok atau lele di sungai,” ujar Zulkar.

Hasil tangkapan yang diperoleh kemudian dijual kepada lapak-lapak yang sudah menjadi langganannya. Dari hasil penjualan tersebut, ia mendapatkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

Menurut Zulkar, pekerjaan sebagai pemancing dan pemaser menuntut dirinya untuk terus menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Ketika wilayah muara atau laut tidak memungkinkan didatangi, sungai menjadi pilihan untuk tetap mendapatkan ikan.

Bagi Zulkar, berapa pun hasil tangkapan yang diperoleh tetap disyukuri karena menjadi bagian dari penghasilan untuk keluarganya.

“Yang penting bisa mendapatkan ikan untuk dijual dan hasilnya bisa dibawa pulang untuk keluarga,” katanya.

Pengalaman belasan tahun mencari ikan juga membuat Zulkar cukup mengenal sejumlah lokasi perairan di Kota Semarang. Salah satunya Kali Semarang Hasanudin yang menjadi tempat ia mencari ikan pada Kamis (27/8/2026) pagi.

Di lokasi tersebut, ia justru mendapatkan tangkapan yang berbeda dari biasanya. Seekor lele berukuran raksasa dengan bobot 13,5 kilogram dan panjang lebih dari satu meter berhasil ditangkapnya sekitar pukul 05.00 WIB.

Lele itu menjadi tangkapan terbesar sepanjang pengalamannya menjadi pemancing. Sebelumnya, lele terbesar yang pernah diperoleh Zulkar hanya berkisar 5 hingga 7 kilogram.

Proses menangkap lele tersebut juga tidak mudah. Zulkar membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengangkat ikan hingga ke daratan karena kuatnya tarikan dan sulitnya kondisi medan.

“Biasanya saya mendapatkan lele paling besar sekitar 5 sampai 7 kilogram. Kalau sekarang 13,5 kilogram, ini jauh lebih besar. Jadi bisa dibilang ini rekor pribadi saya,” ujarnya.

Setelah berhasil ditangkap, lele tersebut dijual ke tempat pemanggangan atau pengasapan ikan di kawasan Pancang, Semarang Utara. Ikan dihargai Rp15.000 per kilogram sehingga dari tangkapan 13,5 kilogram, Zulkar memperoleh Rp195.000.

“Alhamdulillah, saya bersyukur. Hasil dari ikan ini bisa untuk kebutuhan anak dan istri di rumah,” ungkapnya.

Bagi Zulkar, profesi sebagai pemancing bukan sekadar hobi. Aktivitas mencari ikan menjadi cara yang selama ini dijalaninya untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia pun tidak mempermasalahkan jenis ikan maupun lokasi selama masih memungkinkan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang dapat dijual.

“Yang penting bisa mendapatkan ikan untuk dijual. Berapa pun hasilnya tetap saya syukuri karena memang dari menangkap ikan inilah saya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *