Angkat Potensi Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Pendampingan UMKM Sale Pisang di Kebonsari
KENDAL[BahteraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 162 terus menunjukkan komitmennya dalam mengangkat potensi desa. Melalui Divisi Ekonomi Kreatif, para mahasiswa melakukan pendampingan terhadap UMKM Sale Pisang di Dukuh Pilang, Desa Kebonsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Pendampingan yang digagas sejak Sabtu (25/7/2026) ini mencakup seluruh aspek usaha, mulai dari proses produksi, pengemasan (packaging), pembuatan brand, hingga pemasaran digital melalui media sosial dan video promosi.

Langkah awal pendampingan UMKM dimulai dengan kunjungan silaturahmi ke rumah produksi milik Ibu Misturiyah. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan secara langsung awal mula berdirinya UMKM tersebut pada tahun 2023.
“Sebelumnya, waktu masih tinggal di Weleri, saya sudah membuka usaha aneka keripik. Saat pindah dan menetap di Kebonsari, saya putuskan untuk membuka kembali usaha aneka keripik untuk menambah penghasilan dan mengisi waktu luang. Di sini produk unggulannya adalah sale pisang yang dibuat dari pisang mawar, uli, dan raja. Selain itu, saya juga memproduksi keripik pisang, intip, keripik sukun, pempek, sampai risol. Kalau jualannya selama ini masih dititip dari warung ke warung dan lewat sistem pre-order di WhatsApp,” tutur Ibu Misturiyah.

Pada kunjungan berikutnya, tim KKN UIN Walisongo Posko 162 terjun langsung membantu proses produksi sale pisang. Untuk menghasilkan cita rasa yang lezat dan renyah, proses pembuatannya dilakukan melalui tahapan yang teliti:
1. Pemotongan: Pisang yang sudah matang diiris tipis menjadi lima bagian, lalu dilebarkan hingga membentuk seperti kipas.
2. Penjemuran: Pisang yang telah dibentuk kemudian dijemur di bawah terik matahari selama kurang lebih 2–3 hari.
3. Pembuatan Adonan: Margarin dilelehkan menggunakan air hangat, kemudian dicampur dengan tepung beras dan sedikit garam.
4. Penggorengan: Pisang yang sudah dijemur dicelupkan ke dalam adonan tepung, lalu digoreng hingga matang kecokelatan.
Tidak hanya berhenti pada proses produksi, inovasi mahasiswa KKN UIN Walisongo juga menyentuh aspek pengemasan dan identitas produk. Tepatnya pada Selasa (18/8/2026), tim mahasiswa KKN secara langsung membantu proses pengemasan dan penempelan stiker kemasan baru, sekaligus meresmikan nama brand untuk UMKM ini, yakni “2 Putri”. Guna memperluas jangkauan pasar, mahasiswa juga memfasilitasi pembuatan akun Instagram serta membuat konten video promosi yang menarik agar produk UMKM Desa Kebonsari ini lebih dikenal luas.
Langkah nyata ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian warga setempat. Anggota Divisi Ekonomi Kreatif Posko 162, Halwa Mahliyyatul Itsriya, menyampaikan harapannya terkait program pendampingan UMKM ini.
“Kami berharap pendampingan ini bisa membuat UMKM Sale Pisang ‘2 Putri’ di Desa Kebonsari semakin berkembang, penjualannya meningkat, dan produknya lebih dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Sumber : Melani Novita Anggraini, Mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo Semarang.

