KKN MIT UIN WALISONGO POSKO 211 PASANG PLANG EDUKASI SAMPAH DI LAPANGAN PUTATGEDE
KENDAL[BahteraJateng] – Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dapat dibangun melalui sosialisasi, tetapi bisa melalui media edukasi visual yang mudah dilihat dan dipahami oleh masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 211 melalui program kerja Plang Edukasi Sampah yang dipasang di Lapangan Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, pada Minggu (23/8/2026).
Program tersebut merupakan bagian kegiatan dari divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo. Pemasangan plang edukasi sampah ini dilatarbelakangi oleh hasil survei dan edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan keluhannya terkait kesadaran masyarakat terhadap sampah, dimana masih ditemukan sampah yang dibuang sembarangan.
Berdasarkan kondisi tersebut, Mahasiswa KKN kemudian berdiskusi dan mengusulkan untuk pembuatan plang edukasi sampah sebagai salah satu media dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Selanjutnya, usulan tersebut disampaikan kepada warga dan pemerintah desa yang akhirnya disetujui.
Lapangan Putatgede dipilih sebagai lokasi pemasangan karena merupakan ruang publik yang banyak digunakan dan dilewati oleh masyarakat. Dengan ditempatkan di ruang terbuka tersebut, pesan edukasi diharapkan bisa dilihat oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum.
Tidak hanya dikerjakan oleh mahasiswa KKN, proses pembuatan plang juga melibatkan masyarakat sejak awal. Mahasiswa bersama warga berdiskusi mengenai konsep, memilih bahan kayu, hingga menentukan bentuk dan kebutuhan pembuatan plang. Kayu dan sejumlah peralatan yang digunakan bahkan berasal dari warga setempat.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Salah satu warga yang turut membantu, Slamet, menunjukkan antusiasmenya sejak proses awal hingga pemasangan plang.
“Kalau kegiatannya positif, baik, dan bermanfaat, pasti saya bantu dan saya siap membantu seperti pembuatan plang edukasi sampah ini,” ujarnya.
Menurut Desi, anggota Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Posko 211, pembuatan plang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah papan informasi, tetapi dapat menjadi pengingat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui plang edukasi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui berapa lama sampah dapat terurai, tetapi juga semakin sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menjadi persoalan lingkungan dalam jangka panjang. Karena itu, kami memilih tempat umum agar pesan ini dapat dilihat dan diingat oleh masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program Plang Edukasi Sampah, KKN MIT UIN Walisongo Posko 211 berupaya menghadirkan edukasi lingkungan yang sederhana, tetapi dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat. Kolaborasi mahasiswa dan warga diharapkan dapat membangun kesadaran sampah yang terus berlanjut secara mandiri setelah masa KKN selesai.
Sumber : Jasmine Maryam Soliha dari UIN Walisongo Semarang.

