Konflik Antar Umat Beragama Dapat Diselesaikan Melalui Berbagai Resolusi Konflik
SEMARANG[BahteraJateng] – Meski konflik umat beragama merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan, namun konflik itu harus dapat dikelola dan diselesaikan melalui berbagai resolusi konflik.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah Prof Imam Yahya MAg mengatakan konflik umat beragama baik internal maupun antar umat beragama merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan.

“Namun sesungguhnya semua konflik di antara umat beragama bisa dikelola dan diselesaikan melalui berbagai strategi resolusi konflik, seperti mediasi, rekonsiliasi dan penegakan hukum yang adil,” ujar Prof Imam dalam Dialog Publik bertajuk Penguatan Aktor Kerukunan Umat Beragama” yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jateng bersama Komisi VIII DPR-RI di
hotel d’Emmerick Salatiga, Selasa (6/8).
Menurutnya, tanggung jawab memelihara kerukunan antar umat beragama sejatinya menjadi tanggung jawab seluruh warga bersama pemerintah. Para tokoh dan pemuka agama mesti berada di barisan depan dalam upaya menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Acara ini, lanjutnya, dapat dijadilan sarana untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan meningkatkan peran serta aktor-aktor kunci dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Dr H Mustain Ahmad SH MH yang dalam acara ini diwakili Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng Dr H Wahid Arbani SAg menuturkan, pentingnya kerja sama dan dialog antarumat beragama dalam menciptakan harmoni sosial.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, para pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai perbedaan, serta bersama-sama menjaga kerukunan dan kedamaian di Jawa Tengah,” tuturnya.
Anggoa DPR-RI dari Komisi VIII DPR RI H Lukman Hakim S Ag (dari Fraksi PKB) menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan.
Kepada seluruh ummat beragama diingatkan agar jangan menjadikan dan memposisikan dirinya wakil Tuhan. Tidak ada hak bagi manusia untuk menyalahkan manusia lain dalam beragama.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pemuka masyarakat, dan perwakilan dari FKUB Kota Salatiga. Diskusi panel dan sesi dialog interaktif diwarnai dengan penyampaian berbagai testemoni, strategi dan pengalaman peserta dialog dalam menghadapi tantangan kerukunan di daerah masing-masing.

