Abdul Mu’ti: Pemimpin Harus Mempermudah, Bukan Mempersulit Masyarakat
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seorang pemimpin harus hadir untuk mempermudah urusan masyarakat, bukan sebaliknya.
Pesan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (27/6).
Dalam kegiatan bertema “Muharram, Momentum Muhasabah dan Persatuan Umat” yang dihadiri ribuan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan tiga prinsip kepemimpinan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW kepada Muadz bin Jabal.
“Prinsip pertama, “Yassiru wala tu’assiru”, yakni mempermudah dan tidak mempersulit. Menurutnya, pemimpin harus mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai urusan,” katanya.
Prinsip kedua, “Basysyiru wala tunaffiru”, berarti memberikan kabar gembira dan tidak membuat orang menjauh. Pemimpin, kata dia, harus menghadirkan rasa aman, nyaman, serta kebahagiaan bagi masyarakat.
“Adapun prinsip ketiga, “Watathawa’u wala takhtalifu”, mengajarkan pentingnya saling menghormati, menaati kepemimpinan yang baik, serta menghindari perselisihan,* tuturnya.
Selain membahas kepemimpinan, Abdul Mu’ti mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Ia mengingatkan agar setiap orang lebih dahulu melihat kekurangan diri sebelum menilai kesalahan orang lain.
Ia juga mengingatkan bahaya istidraj, yakni ketika seseorang memperoleh berbagai kenikmatan dunia, tetapi justru semakin jauh dari Allah SWT.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri Bupati Purbalingga, Hanif Muhammad Hanif, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus memperkuat semangat persatuan umat dan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Purbalingga.


