Agustina Perkuat Dana Operasional PKK RT dan RW, Dukung Program Lingkungan dan Kesehatan
SEMARANG[BahteraJateng] — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, memperkuat dukungan anggaran operasional bagi Tim Penggerak PKK tingkat RT dan RW guna mendukung berbagai program kesehatan, lingkungan hidup, dan ketahanan pangan di masyarakat.
Agustina mengatakan, Pemkot Semarang mengalokasikan dana operasional PKK sebesar Rp3 juta untuk tingkat RT dan Rp3,5 juta untuk tingkat RW.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti Posyandu, pemeriksaan jentik nyamuk (PJN), urban farming, hingga monitoring kegiatan di lingkungan warga.
“PKK prioritasnya tiga, yakni PJN di tingkat dawis, setiap RT harus ada tanaman toga, serta bank sampah,” ujar Agustina pada Rabu (20/5).
Menurut dia, kader PKK diminta menjadi garda terdepan dalam upaya pemeriksaan jentik nyamuk secara rutin guna menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, Pemkot juga mendorong keberadaan tanaman obat keluarga (toga) di setiap RT. Warga yang tidak memiliki lahan tetap diminta menanam toga menggunakan pot di rumah masing-masing.
Agustina menegaskan tanaman toga tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan tradisional bagi masyarakat.
“Tanaman toga itu bukan hanya ditanam, tapi masyarakat juga harus tahu fungsinya untuk pertolongan pertama,” katanya.
Di sektor lingkungan, PKK juga didorong aktif dalam pengembangan bank sampah di tingkat RT dan RW. Pemerintah Kota Semarang menargetkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan di seluruh wilayah.
Menurut Agustina, penguatan anggaran operasional PKK diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam program-program lingkungan dan ketahanan pangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Gunakan biaya operasional itu. Pelatihannya akan ditangani melalui program-program yang mengajarkan cara mengelola dan menjadikannya bernilai ekonomis,” pungkasnya.

