|

Bamsoet Main Film “Anak Kolong”, Kisah Persahabatan Lima Anak Kolong

JAKARTA[BahteraJateng] – Film “Anak Kolong” segera hadir di bioskop dengan latar belakang kehidupan keluarga TNI-Polri di asrama pada era 90-an. Produksi film ini melibatkan kerja sama antara keluarga besar FKPPI, PIM Pictures, dan Garasi Film. Gala premier film ini akan berlangsung pada 28 Oktober 2024 di XXI Metropole Jakarta, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Setelah itu, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop XXI di Indonesia mulai 7 November 2024.

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI, Bambang Soesatyo, menjelaskan bahwa film ini mengangkat kisah persahabatan lima anak kolong dengan latar belakang yang berbeda. “Anak kolong adalah sebutan untuk anak-anak yang besar di lingkungan tangsi militer, istilah ini muncul karena keterbatasan tempat tinggal para tentara saat masa penjajahan Belanda. Anak-anak tentara sering tidur di bawah dipan atau kolong, sehingga istilah ini menjadi identitas bagi mereka yang hidup di lingkungan militer,” kata Bamsoet, sapaan akrabnya usai menerima pengurus FKPPI DKI Jakarta, Kamis, 5 September 2024.


Film “Anak Kolong” bercerita tentang persahabatan lima tokoh utama: Arya, Salim, Ucok, Wempi, dan Amira. Masing-masing berasal dari keluarga dengan latar belakang militer dan kepolisian yang berbeda pangkat, agama, dan status ekonomi. Tokoh Arya, diperankan oleh Junior Robert, adalah anak seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan. Salim, yang diperankan oleh Antonio Blanco, adalah anak seorang jenderal polisi. Ucok, diperankan oleh Bonny Putra, adalah anak seorang sersan di TNI Angkatan Laut. Wempi, diperankan oleh Suheir Bisyir, adalah anak seorang perwira TNI Angkatan Udara. Aisyah Aqelah memerankan Amira, anak seorang perwira TNI Angkatan Darat.

Selain menggambarkan dinamika kehidupan di asrama militer, film ini juga mengangkat berbagai perjuangan hidup, semangat pantang menyerah, dan pentingnya menjaga pluralisme dalam kehidupan berbangsa. “Pesan moral yang kuat ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai kebhinekaan,” ujar Bamsoet.


Menariknya, beberapa tokoh ternama seperti Bambang Soesatyo, Pontjo Sutowo, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman juga ikut tampil dalam film ini, dengan peran yang mencerminkan kehidupan militer dan keluarga mereka. Film ini menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat kebhinekaan kepada generasi muda melalui seni peran yang menyentuh.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *