Belajar Bersama drh. Rasmiyana, Cara Mencegah PMK
BLORA[BahteraJateng] – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi tidak hanya terjadi pada musim tertentu saja, pada musim peralihan seperti saat ini pun dapat terjadi. Untuk peternak perlu mengetahui cara mencegah PMK.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, drh. Rasmiyana, pada Rabu (7/1).
“Infeksi virus yang menyebabkan PMK tidak terjadi pada musim tertentu saja, pada musim peralihan seperti ini bisa saja terjadi. Semua tergantung pada antibodi dari sapi itu sendiri,” kata Rasmiyana kepada bahterajateng diruangan kerjanya.
Rasmiyana menyampaikan gejala awal dan penanganan pertama saat virus PMK mulai menyerang ternak.
Gejala umum sapi terkena PMK, yaitu suhu badan tinggi, keluar air liur berlebihan (berbusa) dari mulut dan lendir dari hidung, nafsu makan menurun, bagian mulut pada gusi dan lidah muncul luka (sariawan), bagian lipatan kuku/tracak terjadi radang dan keluar cairan sehingga muncul gejala ‘pincang’ bahkan tidak mampu berdiri (ambruk).
“Jika peternak menemui hal tersebut, kandang dan pakan yang terkena liur segera dibersihkan dan bekas pakan dibakar, selanjutnya kandang disemprot desinfektan, bisa menggunakan cairan pembersih lantai atau cairan pemutih pakaian yang diencerkan,” terang Rasmiyana.
Rasmiyana memberikan saran dalam penanganan awal kasus PMK pada ternak, untuk membersihkan area mulut dengan cairan asam sitrat atau lebih dikenal dengan sitrun (istilah jawa) yang disemprotkan pada area mulut. Dalam kondisi darurat dapat menggunakan air garam.
“Sejak tahun 2022 hingga 2025 kemarin, Bidang Kesehatan Hewan sudah melakukan vaksinasi PMK walau belum mencakup semua ternak yang rentan PMK. Tujuan vaksinasi untuk membentuk daya tahan tubuh (antibodi) sapi/ternak dari serangan virus PMK,” terang Rasmiyana.
Lebih lanjut Rasmiyana menyampaikan bahwa PMK yang menyerang pada ternak, biasanya ternak tersebut belum pernah terserang virus PMK atau belum dilakukan vaksinasi yang baik sehingga antibodi/kekebalan belum terbentuk.
Peternak dihimbau tidak panik jika menemui gejala PMK pada hewan ternaknya.
“Penyakit PMK pada sapi bisa disembuhkan, asal peternak disiplin menjaga kebersihan kandang dengan disinfektan dan segera menghubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk penanganan lebih lanjut,” lanjut Rasmiyana.
Peternak juga dihimbau pentingnya vaksinasi PMK secara rutin sesuai prosedur pada ternak yang rentan terkena serangan virus PMK serta pentingnya menjaga kebersihan kandang.
“Jaga kesehatan ternak selalu.Jika ternak sakit obati, ternak sehat vaksinasi, kasus PMK dapat teratasi,” pungkas Rasmiyana.(day)

