Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan Brigade Gunung Dempo tengah melakukan evakuasi pendaki yang meninggal di Gunung Dempo, Jumat (3/1).
|

Diduga Alami Hipotermia, Seorang Pendaki Meninggal di Gunung Dempo

PAGARALAM[BahteraJateng] – Seorang pendaki meninggal di gunung Dempo, korban berinisial DA (22), asal Bengkulu, ditemukan di puncak Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Korban diduga meninggal akibat hipotermia saat mendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.178 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sebelum mendaki, korban dilaporkan dalam kondisi sehat.

Gunung Dempo, yang dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian populer di Sumatera Selatan, terletak di Kota Pagaralam, sekitar tujuh jam perjalanan darat dari Palembang, ibu kota provinsi. Gunung ini memiliki medan yang menantang dan suhu dingin yang ekstrem di puncaknya, sehingga pendaki perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai perjalanan.


Proses Evakuasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Anjas, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, relawan, dan Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade). Namun, informasi terkait waktu kejadian masih belum dapat dipastikan.


“Saat ini, evakuasi masih berlangsung di jalur pendakian Rimau, yang merupakan jalur khusus untuk keadaan darurat. Informasi lebih lengkap akan kami sampaikan setelah proses evakuasi selesai,” ujar Anjas, pada Jumat, 3 Januari 2025.

Jalur Rimau kerap digunakan dalam situasi darurat karena memiliki akses yang lebih mudah dibanding jalur resmi lainnya, seperti jalur Kampung IV. Namun, medan tetap menantang, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Hipotermia Ancaman Pendaki

Hipotermia menjadi salah satu ancaman utama bagi pendaki, terutama di gunung-gunung dengan ketinggian dan suhu rendah seperti Gunung Dempo. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis akibat paparan cuaca dingin yang berkepanjangan. Tanpa perlengkapan yang memadai dan penanganan yang tepat, hipotermia dapat berakibat fatal.

“Kami mengimbau para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan lengkap, serta mematuhi protokol keselamatan selama pendakian,” imbuh Anjas.

Keselamatan Pendakian

Gunung Dempo memiliki dua jalur resmi pendakian, yaitu Kampung IV dan Rimau. Jalur Rimau, selain digunakan sebagai jalur evakuasi, sering menjadi pilihan dalam keadaan darurat karena rutenya lebih cepat diakses oleh tim penyelamat. Namun, jalur ini tetap membutuhkan kehati-hatian karena kondisi medan yang curam dan licin.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung di tengah medan yang sulit. Tim gabungan terus berupaya menyelesaikan misi penyelamatan meskipun dihadapkan pada tantangan alam dan logistik.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan bagi para pendaki, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang ditetapkan. Gunung Dempo, meski mempesona dengan keindahan alamnya, tetap menyimpan risiko yang harus diantisipasi dengan baik oleh para pengunjungnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *