| | | |

Festival Durian, Wali Kota Semarang Borong Durian Musang

SEMARANG[BahteraJateng] – Festival Durian  merupakan agenda tahunan  Pemkot Semarang kembali digelar, kali ini diselenggarakan di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang dibuka Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Jumat (23/2).

Setidaknya terdapat 40 petani durian ikut meramaikan Festival Durian dengan  memamerkan ragam buah berduri khas Gunungpati. Harga termurah Rp20.000 dan termahal mencapai Rp600.000 per buah.

Tahun ini, dalam festival mengusung kirab durian dan sejumlah buah yang tumbuh di Gunungpati. Kirab gunungan yang diarak mengitari lokasi festival menjadi rebutan masyarakat.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan Festival Durian yang menjadi kebanggaan warga Kecamatan Gunungpati itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Nantinya, lanjutnya, akan ada road map mengenai arah pengemasan durian sebelum dipasarkan lebih luas hingga ke mancanegara. Termasuk pelatihan tentang produk-produk olahan makanan durian.

“Saya kira tidak mungkin setiap hari orang makan durian, tetapi bisa dijadikan makanan olahan yang nantinya bisa menjadi tambahan atau alternatif baru UMKM,” ujar Ita panggilan akrab wali kota.

Sementara itu, Rodhi (52) satu di antara peserta Festival Durian 2024 khas Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ketiban rezeki. Durian yang dipamerkannya diborong Wali Kota.

Aksi petani durian asal Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati tersebut berhasil menarik perhatian Ita seusai membuka Festival Durian 2024 di Shelter Pos Cepoko, Kota Semarang.

Saat Mbak Ita hendak keliling melihat satu per satu durian yang dipamerkan, Rodhi memanggilnya dengan nada keras. “Bu Ita, sini, Bu. Ini ada durian musang, enak, Bu,” teriak Rodhi melengking.

Sontak, orang nomor satu di Kota Semarang itu menghampiri tenda tempat Rodhi dengan ratusan duriannya.  Ita tampak mendapat penjelasan terkait jenis-jenis durian yang jadi buruan pembeli.

Mulanya Rodhi bilang bahwa durian musang biasa dia jual per kilo Rp135.000. “Tetapi karena Ibu Ita ke sini, saya hitung satuan Rp100.000 saja,” tutura Rodhi sambil membelah durian spesial untuk Ita.

Ita didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur bersama Camat Gunungpati, Sabar Trimulyono, terlihat menikmati durian musang tersebut.

Karena berdaging tebal dan rasanya yang manis ditambah sedikit pahit,  Ita ingin membeli lebih. Setidaknya ada belasan durian musang diborongnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *