FUHum UIN Walisongo dan ICC Gelar Diskusi Ilmiah, Bahas Filsafat Islam dan Teknologi
SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) UIN Walisongo Semarang menggelar diskusi ilmiah bersama delegasi dari Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta di Gedung Dekanat FUHum pada Selasa (22/7).
Kegiatan ini menjadi implementasi konkret dari Memorandum of Understanding (MoU) antara FUHum dan ICC yang telah disepakati sebelumnya.

Mengangkat tema pengembangan filsafat dan teknologi dalam konteks keislaman kontemporer, diskusi ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Prof. Dr. Mohammad Sharifani dan Dr. Akmal Kamil.
Keduanya menyoroti pentingnya relevansi filsafat Islam dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di era teknologi dan globalisasi.
Prof. Dr. Mohammad Sharifani dalam pemaparannya menekankan bahwa filsafat tidak hanya bersifat teoretis, melainkan harus hadir dalam kehidupan nyata.
“Filsafat tidak tinggal di menara gading. Ia harus hidup dalam keseharian, menjadi refleksi dan panduan moral dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Dekan FUHum, Dr. Mokh Sya’roni, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus berbasis nilai-nilai keislaman.
“Kami ingin mendorong pemikiran filsafat Islam yang lebih kontekstual dan responsif terhadap isu-isu kontemporer seperti teknologi, etika digital, dan kemanusiaan global,” jelasnya.
Wakil Dekan III, Sukendar, menambahkan bahwa kerja sama ini telah dan akan terus ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan akademik yang nyata. Ia juga mengapresiasi pencapaian Iran dalam pengembangan filsafat dan sains.
“Iran menjadi contoh bahwa semakin religius seseorang, semakin ia dekat dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Sebagai bentuk kelanjutan, FUHum dan ICC juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, penyelenggaraan kursus dan workshop, publikasi bersama, hingga pengembangan perpustakaan dan pendirian Philosophy and Mysticism Corner di lingkungan UIN Walisongo.
Diskusi juga diwarnai dialog interaktif, di antaranya pertanyaan dari Dr. Zainul Adzfar, dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, mengenai strategi Iran menjaga relevansi filsafat Islam di era modern.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik FUHum di tingkat internasional, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemikiran Islam yang moderat, ilmiah, dan relevan dengan kebutuhan zaman.(sun)

