Gubernur Luthfi Pacu BPD Perkuat KUR Mikro untuk Dorong Ekonomi Rakyat
SOLO[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD), khususnya Bank Jateng, memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro guna menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Sinergi Nusantara di Hotel Sunan Solo pada Jumat (17/4). Luthfi menegaskan, BPD tidak boleh lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Bank daerah ini harus jadi penggerak ekonomi, bukan hanya menjalankan fungsi administratif,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan KUR mikro penting untuk membantu pelaku usaha kecil sekaligus melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal seperti pinjol dan rentenir.

Data mencatat, penyaluran KUR di Jawa Tengah mendekati Rp30 triliun, dengan rata-rata sekitar Rp7 triliun per tahun. Kinerja Bank Jateng juga dinilai solid dengan aset hampir Rp100 triliun dan laba sekitar Rp1,8 triliun.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pembiayaan, termasuk kredit ke pemerintah daerah yang ditargetkan naik menjadi Rp1 triliun pada 2026.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Agus H Widodo, menekankan pentingnya transformasi BPD agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi regional.
Dengan penguatan KUR mikro, BPD diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (sun)

