Kanker Dinding Rahim Mengintai Perempuan Masa Menopause
JAKARTA [BahteraJateng]- Kanker endometrium atau lapisan dinding rahim seringkali luput tidak terdeteksi sejak dini. Salah satu jenis kanker mengintai organ perempuan ini berisiko lebih tinggi saat memasuki usia menopause.
“Biasanya terjadi pada usia 50-60 tahun namun usia produktif juga berisiko juga memiliki faktor resiko baik dari dalam, luar maupun genetik,” kata Spesialis Obstetri Ginekologi dan Sub Spesialis Onkologi dari RS Sardjito Dr.dr Addin Trirahmanto,Sp.O.G., Subsp.Onk dilansir dari siaran Kementerian Kesehatan RI, Senin (18/11).

Menurut dia, kanker dinding rahim adalah jenis kanker berkembang pada lapisan dalam rahim disebut endometrium. Jenis kanker menyerang organ reproduksi ini menempati urutan ke tiga setelah kanker serviks dan kanker ovarium.
“Kanker ini menempati urutan ke tiga bukan berarti bisa diabaikan. Kalau bisa diwaspadai semua sehingga penyakit ini bisa diminimalisir,” kata dia.

Kanker endometrium terjadi karena ada penebalan dinding rahim atau hiperplasi. Multifaktor menjadi pemicu kanker dinding rahim. Dari dalam, kata dia, dipengaruhi estrogren hormon ini berpengaruh pada dinding rahim untuk menebal.
“Untuk perempuan masih usia produktif mengalami obesitas juga berisiko. Artinya lemak berlebih dalam jangka panjang disertai paparan estrogen berlebihan meningkatkan hiperplasi,” terang dia.
Di melanjutkan, jika pasien datang dengan keluhan disarankan untuk menurunkan berat badan menjadi ideal. Hal ini diharapkan siklus menstruasi akan normal kembali.
Individu, kata dia, juga harus mewaspadai jika mengalami gangguan menstruasi kronis berlangsung lama. Dalam hal ini, jika masih berada dalam usia produktif dan belum memasuki masa menopause. Gangguan menstruasi dapat dideteksi lebih dini untuk mengetahui lebih detail.
Sedangkan, kata dia, dari faktor eksternal faktor risiko bagi individu yang mendapatkan terapi hormonal. Kemudian, faktor genetik akan meningkatkan risiko.
Dia melanjutkan, pasien sering datang dengan kondisi pendarahan meski sudah memasuki masa menopause. Kondisi menopause adalah perempuan sudah tidak mengalami siklus menstruasi sepanjang satu tahun berturut-turut.
“Padahal mens jika sudah berhenti tidak mungkin balik lagi karena sel telur sudah habis,” terang dia.
Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu penanda untuk individu memeriksakan diri ke dokter.
Sayangnya, lanjut dia, kanker dinding rahim belum bisa dilakukan deteksi dini. Oleh sebab itu, individu mengalami gejala tak biasa segera memeriksakan diri.

