| |

Kementerian PUPR Kerahkan 20 Pompa dan Tambal Tanggul Jebol Banjir Demak

DEMAK[BahteraJateng] – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan 12 unit pompa yang digunakan untuk menyedot air yang masih menggenangi ruas Pantura Demak dan Kudus, Senin (12/2).

Dengan kapasitas 5 liter kubik perdetik, pompa yang beroperasi 12 jam itu diharapkan bisa mengurangi banjir yang melumpuhkan lalu lintas Pantura.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan engan kapasitas 5 liter kubik perdetik, pompa yang beroperasi 12 jam itu diharapkan bisa mengurangi banjir yang melumpuhkan lalu lintas Pantura.

“Untuk mengurangi genangan di jalan utama jalur Pantura, PUPR menambah pengadaan pompa untuk menyedot air agar banjir yang menggenang supaya cepat surut dan bisa dilalui kendaraan,” ujar Basuki saat meninjau progres penutupan tanggul Sungai Wulan di Demak.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, Basuki menjuturkan, progress penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol di dua lokasi  sepanjang kurang lebih 20 meter baru berjalan 20% saja.

“Penutupan tanggul itu baru 20%, karena dari 20 meter (tanggul jebol), baru 5 meteran yang telah tertutup,” tutur Basuki.

Basuki memperkirakan proses penutupan tanggul yang jebol, membutuhkan waktu sekitar 3 hari ke depan. Terlebih dalam pengerjaannya, ada 5 alat berat yang disiagakan untuk melakukan penutupan tanggul.

Dia menambahkan, selama proses penutupan tanggul, ada sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya karena faktor akses menuju lokasi tanggul jebol masih digunakan untuk lalu lintas evakuasi warga ke tempat pengungsian.

“Kendala lainnya yakni karena tekstur tanah yang berlumpur, sehigga pengoperasian alat beratnya harus lebih berhati-hati,” ujarnya.

Basuki mengatakan Sungai Wulan yang berada di perbatasan Kudus dan Demak memang menjadi salah satu program dari Kementerian PUPR untuk segera dilakukan normalisasi.

“Program normalisasi sungai sepanjang 22 kilometer tersebut segera dimulai pada April 2024 mendatang dengan total anggaran sekitar Rp1,4 triliun,” tuturnya.

Menurutnya, proyek normalisasi Sungai Wulan yang dibiayai APBN tentunya akan berlangsung cukup lama atau multi-years.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *