Anak-anak dikenalkan jenis sampah dan cara memanfaatkan kembali menjadi barang berguna dalam kelas recycling di Jalan Kyai Saleh No 13, Randusari, Kota Semarang, belum lama ini. Dok Kebun Qita
|

Kenalkan Konsep Daur Ulang pada Program Libur Tlah Tiba

SEMARANG [BahteraJateng]- Kebun Qita kembali menggandeng Teman Berkebun mengenalkan kepada anak-anak jenis sampah dan cara memanfaatkan kembali menjadi barang berguna.

Kelas recycling membidik anak usia sekolah pada edisi Libur Tlah Tiba Volume 5 di Jalan Kyai Saleh No 13, Randusari, Kota Semarang.


Founder Teman Berkebun, Sany mengatakan, kegiatan bertujuan mengenalkan jenis sampah dan konsep daur ulang. Anak-anak dikenalkan jenis sampah seperti organik dan anorganik, konsep daur ulang dan dampak negatif dari sampah tidak dikelola dengan baik bagi lingkungan.

“Dalam kelas recycling ini, para peserta diajarkan untuk dapat mendar ulang sampah botol plastik menjadi pot tanaman dengan sistem wick dan sistem tetes,” kata dia, belum lama ini.


Menanam dengan teknik wick merupakan cara menanam menggunakan sumbu seperti kain untuk dapat menyerap larutan nutrisi dari wadah ke media tanam.

Pot tanaman pertama dibuat dengan bahan galon plastik telah dipotong menjadi dua bagian. Pada bagian bawah galon diberi batu atau kerikil digunakan sebagai tandon atau tempat menyimpan air.

Kemudian diletakkan botol plastik kecil sudah dipotong bagian bawahnya dan ditempatkan pada salah satu sisi bebatuan. Lubang pada botol ini berfungsi sebagai tempat jalan masuknya air saat menyiram tanaman.

Pada lapisan diatas batuan, diberi kain bekas berguna untuk dapat menyerap air telah ditampung di bagian bawah. Bagian atas kain bekas dapat diberi media tanam untuk menanam tanaman mint.

“Para peserta membuat pot tanaman dengan sistem drip atau tetes yang nantinya dapat digantung atau ditempel pada dinding. Langkah pertama dilakukan yaitu menyiapkan dua botol plastik bekas. Pada bagian atas kedua botol dapat dilubangi membentuk jendela,” kata dia.

Lalu tutup botol pada botol bagian atas diberi lubang sebagai tempat menetesnya air ke botol bawah saat dilakukan penyiraman. Pada bagian samping kedua botol diberi lubang sebagai tempat untuk mengikat tali agar pot tanaman dapat digantung. Instalasi sudah siap lalu dapat diisi dengan media tanam untuk menanam tanaman jinten.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenai cara mendaur ulang sampah botol plastik, tetapi juga mengasah kreativitas dalam mengolah sampah menjadi barang berguna. Selama kegiatan berlangsung, para peserta dipaparkan langkah demi langkah dalam mengubah botol plastik menjadi pot tanaman.

Hal ini dapat melatih kesabaran dan ketelitian setiap anak dapat mengerjakan setiap langkah diinstruksikan.

“Dengan pelaksanaan kelas recycling pada kesempatan kali ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan di sekitarnya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *