Alip Budiarto (48) relawan difabel di Posko Mudik Gombel, Kota Semarang, Kamis (27/3/2025) malam.
|

Kisah Alip Relawan Difabel di Posko Mudik Lebaran 2025 Semarang: Keterbatasan Fisik Tak Menyurutkan Niat Membantu Sesama

SEMARANG [BahteraJateng] – Keterbatasan fisik tak menyurutkan langkah Alip Budiarto (48) warga Jatingaleh, Kota Semarang, untuk bergabung sebagai relawan di Posko Pelayanan Kemanusiaan Arus Mudik Lebaran 2025.

Kamis (27/3/2025) selepas pukul 21.00 WIB, Alip mengendarai sepeda motor roda tiganya ke Posko Kemanusiaan BPBD Kota Semarang yang berlokasi di Kompleks Taman Tabanas, daerah tanjakan Gombel Kota Semarang.


Sepeda motornya diparkir, kemudian cekatan turun dan mengambil dua alat bantu jalan. Dia kemudian bergabung dengan teman-temannya sesama relawan maupun petugas organik Pemerintah Kota Semarang di Posko Mudik Gombel.

Posko itu mulai digelar sejak tanggal 24 Maret. Dibuka 24 jam, ada sejumlah fasilitas, di antaranya; tim medis, ambulans hingga tempat istirahat. Semuanya gratis.


“Saya mulai gabung (jadi relawan) dari tahun 2020, pas Covid. Sampai sekarang,” kata Alip di lokasi.

Dia menyebut dirinya relawan difabel lepas. Meskipun, kerap bergabung Taruna Siaga Bencana (Tagana) di bawah koordinasi Dinas Sosial. Tak sedikit teman-temannya yang juga penyandang difabel bergabung menjadi relawan sepertinya.

Tugasnya seringkali di dapur umum, membantu memasak makanan yang diberikan gratis kepada pemudik yang mampir sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

“Bergabung di sini untuk bantu-bantu di Posko Arus Mudik,” sambung anak kedua dari 2 bersaudara ini.


Alip Budiarto relawan difabel bersama Mujijono (memakai blangkon) dan relawan lain di Posko Mudik Gombel, Kota Semarang, Kamis (27/3/2025) malam.
Foto: Eka Setiawan

Di Posko Mudik Gombel Kota Semarang itu merupakan jalur dalam Kota Semarang menuju ke Selatan, arah ke Solo maupun Magelang. Pada Kamis malam ini, belum terlihat pemudik terutama pesepeda motor melintas di Tanjakan Gombel.

Kamis sore, Alip bersama teman-teman relawan juga membagikan takjil dan makanan berbuka puasa bagi masyarakat di wilayah Pamularsih Kota Semarang. Dia menyebut apa yang dibagi, didapat dari urunan maupun sumbangan. Mereka para relawan mendirikan posko mandiri di sana.

Di Posko Mudik Gombel itu juga ada Mujijono (64) yang merupakan Operator Posko Info Polrestabes Semarang dari Bantuan Komunikasi (Bankom). Dia menyebut total ada 271 anggota Bankom Polrestabes Semarang yang ikut bertugas di pelayanan Arus Mudik Lebaran ini.

“Mereka digelar di sejumlah pos pelayanan, ada di Simpanglima, Kalikangkung, Tugu, Krapyak, Mangkang. Juga di objek vital seperti Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, ada juga di Exit Tol Gayamsari, Pos ADA Banyumanik, sampai Ungaran (Kabupaten Semarang),” jelas Mujijono yang menyebut sudah 16 tahun bertugas ini.

Tugasnya, mengkoordinasikan dengan cepat ke otoritas terkait, ketika misalnya terjadi bencana alam ataupun kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan waktu cepat penanganan.

Mujijono, termasuk Alip, bersama instansi terkait bergabung untuk bersama-sama memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik yang melintas Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *