Komisi C Dukung Optimalisasi Sewa Lahan Milik Distanbun
BATANG[BahteraJateng] – Komisi C DPRD Provinsi Jateng mendukung optimalisasi sewa lahan-lahan yang dimiliki Dinas Pertanian & Perkebunan (Distanbun). Menurut Ketua Komisi C Bambang Hariyanto, hal itu untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Komisi C mendukung itu, karena dengan optimalisasi sewa lahan-lahan yang tersebar di berbagai wilayah Jateng tentu dapat meningkatkan PAD kita,” tuturnya dilansir laman dprd.jatengprov.go.id di Balai Kebun Benih Wonorejo Kabupaten Batang, Senin(7/7).

Bambang mengatakan, Pemprov Jateng memang sedang gencar menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa sektor yang terus digenjot. Salah satunya seperti dilakukan Balai Kebun Benih Wonorejo Kabupaten Batang milik Distanbun Provinsi Jateng.
Balai Kebun itu memiliki lahan seluas 157,2 hektar dimana sebagian besar lahan digunakan PT Coconesia dengan luas 40 hektar dan PT SAS dengan luas 50 hektar yang difokuskan pada produksi kelapa muda dan kelapa jenis kopyor.

Saat Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi dan berdiskusi dengan pengelola Kebun Benih itu, kelapa kopyor satu butirnya dihargai sekitar Rp 50.000. Bambang berharap agar pengelolaan kebun bisa dijalankan secara maksimal. Hal itu mengingat area luas yang bisa mendorong pendapatan tinggi.

“Pengelolaan kebun benih seperti ini diharapkan bisa dimaksimalkan juga ditingkatkan, mengingat cakupan area cukup luas dan bisa mendorong pendapatan daerah cukup tinggi,” katanya.
Kepala Distanbun Provinsi Jateng Defransisco Dasilva Tavares menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mendorong peningkatan pendapatan lewat sewa lahan. Hal itu juga dengan dibarengi peningkatan hasil produksinya.
“Hasil produksi unggulan adalah kelapa muda dan kelapa varietas jenis kopyor yang punya nilai jual cukup tinggi. Juga disisi lain, ada produksi panen tebu juga coklat. Tentunya, kami akan terus berupaya meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Data Distanbun menyebutkan, realisasi PAD pada 2024 sebesar Rp 10,11 miliar dari target Rp 16,55 miliar. Pada 2025, target PAD sebesar Rp 13 miliar dan hingga Mei 2025 telah tercapai Rp 2,99 miliar atau 23,06% dari target.

