Ratusan mahasiswa UIN Walisongo tergabung dalam PMII Walisongo Semarang menggelar aksi damai di Balaikota Semarang menyikapi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto. Dok Bahtera Jateng
| |

Mahasiswa Gelar Aksi Kritisi MBG di Balaikota Semarang

SEMARANG [BahteraJateng]- Ratusan mahasiswa UIN Walisongo tergabung dalam PMII Walisongo Semarang menggelar aksi damai di Balaikota Semarang menyikapi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pemangkasan anggaran, Selasa (18/2).

Dalam orasinya mereka membacakan tuntutannya sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib bangsa. Mereka menolak interupsi Presiden tidak memihak kepada rakyat dan berpotensi merugikan masa depan generasi penerus bangsa.


Kemudian mereka ingin untuk mengevaluasi total program makan bergizi gratis (MBG) dinilai tidak efektif, serta mereka mengkritik sikap represifitas aparat dalam menghalangi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Mereka juga menolak disahkannya UU Minerba yang mereka anggap menguntungkan korporasi dan merugikan lingkungan serta masyarakat adat.


Mereka ingin pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui kebijakan berpihak kepada rakyat kecil dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, mereka mengkritik mengenai kelangkaan gas elpiji, yang menurut mereka hal itu dikarenakan permainan oligarki. Untuk itu mereka berharap kepada pemerintah untuk menindak tegas pihak-pihak yang bermain dalam distribusi elpiji.

Mereka juga mengkritik mengenai penambahan lembaga negara dan kementerian, yang dianggap tidak efektif sehingga mereka mengharapkan adanya evaluasi karena dianggap membebani anggaran negara tanpa hasil yang signifikan.

Kebijakan pemerintah ering berubah-ubah dan tidak berpihak kepada kepentingan rakyat juga menjadi sorotan dan meminta untuk dihentikan.

Mereka berharap tata tertib tidak demokratis harus direvisi, untuk memastikan aspirasi rakyat dapat tersampaikan dengan baik.

Aksi damai PMII UIN Walisongo Semarang ini, merupakan bentuk kepedulian dan perjuangan mereka demi keadilan dan kesejahteraan rakyat,

Aksi ini mendapat pengawalan humanis dari aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Semarang. Setelah membacakan orasinya di depan gedung DPRD Kota Semarang, mereka membubarkan diri dengan tertib. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *