|

Mahasiswa USM Gelar Kegiatan Fotografi di Desa Nongkosawit

SEMARANG[BahteraJateng] – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM ) menggelar kegiatan fotografi di Desa Nongkosawit untuk mengabadikan  banyak aktivitas yang dapat dijadikan gambar yang menarik.

Acara ini didampingi oleh perangkat desa setempat Warsono, Sabtu (29/6) lalu.


Desa Nongkosawit terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Desa ini memiliki banyak hal yang dapat dipotensikan menjadi tempat wisata, seperti Omah pang, Kampung Oshin, dan berbagai macam souvenir menarik yang dibuat dari tumbuhan sekitar.

Namun karena masyarakatnya yang belum melek akan penggunaan gadget, Ini masih menjadi satu kendala karena pontensi tersebut menjadi tidak bisa dimaksimalkan, padahal fotografi yang menarik dan dipublikasikan melalui sosial media tentu akan membantu mempromosikan Desa Nongkosawit menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas


Pada acara ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM mengabadikan berbagai sudut menarik yang dimiliki oleh Desa Nongkosawit. Menggunakan tiga teknik yaitu potrait photograpy, chomercial photography, dan travelling photograpy. Ketiga teknik tersebut saling berkaitan dan digunakan untuk mengabadikan moment saat warga beraktivitas, produk produk hasil kerajinan tangan warga sekitar, serta spot foto yang aesthetic pada Omah pang.

“Saya sangat berterima kasih pengabdian dari para mahasiswa USM ini yang kami memang sudah melakukan MOU selama 3 tahun ke depan untuk fakultas ilmu komunikasi teknologi pariwisata ya, dari 4 jurusan itu, selama 3 tahun ke depan. Jadi ini sangat bermanfaat untuk membantu kami mempromosikan, kadang-kadang dari warga masyarakat Nongkosawit saja kesadarannya itu masih rendah, nah ini kami dibantu dari akademisi. Dari pemerintah sudah berkait dengan pelatihan peningkatan SDM dan peningkatan kualitas infrastruktur ya, nah dari akademisi membantu mempromosikan,” ujar Pengelola Desa Kelurahan Nongkosawit Warsono.

Dengan kegiatan ini mahasiswa Ilmu Komunikasi USM berharap masyarakat sekitar akan lebih mengetahui desanya juga dapat dipotensikan lebih maksimal lagi supaya dapat menarik wisatawan datang, dan meningkatkan penghasilan warga segempat.

Para mahasiswa pun juga menjadi memiliki pengalaman berharga mengenai bagaimana membantu memaksimalkan potensi desa wisata yang belum terjamah keindahannya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *