Mahfud-Ganjar Komitmen Kedepankan Inklusivitas Terkait Masyarakat Adat
JAKARTA[BahteraJateng] – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD menegaskan komitmen pembangunan yang mengedepankan inklusivitas dan tidak ada kaum yang terpinggirkan. Termasuk bagi masyarakat adat yang terdampak konlfik agraria.
Mahfud mengatakan dia pernah membatalkan sejumlah pasal yang tidak berpihak pada masyarakat adat.

“Di meja saya itu ada tumbler, tulisannya, no one left behind, jangan ada satupun yang tertinggal dan itu yang saya lakukan,” ujar Mahfud, saat debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (21/1) malam.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini kemudian menceritakan pengalamannya ketika menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Yakni ketika Mahfud membatalkan 14 pasal dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.


“Kalau bapak tadi katakan, jangan ada yang tertinggal dong, semua dilibatkan, itu yang tadi saya putuskan, ketika saya membatalkan 14 pasal Undang-undang wilayah pesisir justru karena di situ masyarakat adat tidak pernah dilibatkan,” tutur Mantan Ketua MK periode 2008-2013 itu.
Mahfud menuturkan, saat ini ada 20.000 lebih masyarakat adat yang tak memiliki KTP sehingga tak punya hak pilih.
“Kenapa tidak punya KTP? Karena katanya dia (masyarakat adat) menghuni hutan negara. Kalau hutan negara nggak boleh ada penduduk di situ. Padahal dia sudah puluhan tahun di situ. Nah, tentang RUU, Hukum Masyarakat, Hukum Adat, sudah masuk dalam program kami, di visi kami, memang itu sesudah sejak 2014 tidak jalan, akan kita jalankan. Terima kasih,” ujarnya.
Di sisi lain, Mahfud MD jugaberjanji akan mengembalikan secara bertahap hak rakyat jika terpilih di pilpres 2024. Mahfud lantas mengutip pernyataan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dalam pernyataan penutupnya.
Mahfud mengawali pernyataan penutupnya dengan menegaskan bahwa permasalahan yang dibahas dalam debat penting untuk masa depan bangsa. Akarnya, lanjutnya, adalah pedang hukum yang tumpul.
“Kalau tidak tumpul pasti bisa tabrak habis-habisan. Program pembangunan akan berjalan dengan baik,” tutur Mahfud.
Mahfud kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada anak cucu. Sebab secara tak langsung terlibat tanpa bisa berbuat apa-apa terhadap perusakan alam yang dihuni mereka. Mahfud lalu mengutip Surat Ar-Rum ayat 41.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (dampak) perbuatan mereka. Semoga mereka kembali (ke jalan yang benar),” ujarnya.
Ayat tersebut, menurut cawapres dari capres Ganjar Pranowo ini, juga mengingatkannya pada penggalan lagu berjudul Berita Kepada Kawan yang dinyanyikan Ebiet G. Ade. Mahfud kemudian kembali menyampaikan komitmennya ketika dia dan Ganjar Pranowo nanti terpilih di pilpres 2024.
“Kami berjanji, kami akan kembalikan secara bertahap hak rakyat dan untuk ibu-ibu dan para anak cucu, kita akan tagih ke dunia internasional untuk membayar hutang-hutang yang telah merusak pembangunan,” tuturnya.
Mengakhiri pernyataan penutup, Mahfud mengutip pernyataan yang pernah disampaikan Gus Dur. Dia mengingatkan bahwa sejatinya tugas pemerintah adalah menyejahterakan rakyat.
“Tugas pemerintah terhadap rakyatnya adalah kesejahteraannya,” ujarnya.

