Mayoritas Korban Keracunan MBG SMKN 6 Pulih, Dinkes Semarang Pastikan Tak Ada Kasus Baru
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan kondisi siswa dan guru SMKN 6 Semarang yang mengalami gejala keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terus membaik. Hingga Sabtu (1/8), mayoritas pasien telah pulih dan tidak ditemukan penambahan kasus baru.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan seluruh siswa yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang.

“Siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Halmahera seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan,” ujar Hakam.
Sementara itu, pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu disebut terus menunjukkan perkembangan kondisi yang signifikan.

Dinkes juga mencatat situasi di lapangan mulai terkendali. Berdasarkan hasil surveilans aktif maupun pasif, tidak ada laporan munculnya gejala baru dari pihak sekolah.
Dari sisi pembiayaan, pelayanan kesehatan bagi korban yang dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit berjalan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
“Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.
Meski kondisi mulai melandai, Dinkes Kota Semarang masih menyiagakan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk memantau perkembangan kesehatan para pasien hingga seluruhnya dinyatakan sembuh.
Hakam mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan tuntas sebelum laporan resmi penanganan ditutup.
“Tim TGC tetap siaga di lapangan sampai seluruh kasus terkonfirmasi sehat,” pungkasnya.(sun)

