Memperpanjang Umur Dengan Olahraga Jalan Kaki
Oleh: Dr dr Eko Setiawan Sp B FINACS
Tanpa hidup sehat, harta yang banyak tentu tidak ada artinya. Sehat dan umur panjang adalah obsesi manusia dari sejak zaman firaun ribuan tahun yang lalu. Karena itu berbagai cara dari yang mahal dan instan pun ditempuh. Tapi ternyata kuncinya ada di sekitar kita. Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada si kaya dan si miskin untuk tetap hidup sehat. Salah satunya adalah jalan kaki.
Banyak orang menyangka bahwa jalan kaki bukanlah olahraga. Mereka menganggap olahraga adalah lari, sepeda, badminton, sepakbola, renang dan lainnya. Banyak ahli kesehatan pun tidak mengkategorikan jalan kaki sebagai aktifitas fisik olahraga. Namun, saya lebih cenderung memasukkan jalan kaki sebagai olahraga jika dilakukan dalam waktu dan jumlah tertentu.
Ada banyak cara untuk menghitung jalan kaki. Berjalan selama lebih dari 30 menit dapat djadikan patokan. Beberapa lebih suka dengan membuat patokan berapa kali keliling lapangan. Sekarang dengan kemajuan teknologi jam tangan pintar dari yang harga nya Rp200.00- pun bisa digunakan untuk memperkirakan jumlah langkah dan jarak secara real time.
Jalan kaki itu murah dan mudah. Tidak perlu peralatan mahal hingga jutaan seperti jika kita mengikuti klub sepeda. Sandal yang baik pun sudah cukup, tidak perlu sepatu lari yang khusus. Bahkan beberapa lebih suka tanpa alas kaki selama rute yang di tempuh aman dan tidak ada penyakit DM yang membahayakan. Tidak perlu datang ke gym atau lapangan khusus, kompleks perumahan pun sudah cukup indah dan baik.
Patokan jarak tempuh yang dianjurkan untuk jalan kaki adalah minimal 6.000 langkah setiap hari dan sebaiknya lebih dari 10.000 langkah. Jika satu langkah kecil adalah setengah meter, maka jarak yang ditempuh adalah 5 km untuk 10.000 langkah. Jika kita lakukan dengan langkah biasa tidak dalam jalan cepat, maka dibutuhkan 1,5 jam untuk 10.000 langkah.
Jalan kaki juga dipandang sebagai olahraga yang aman dibandingkan olahraga lain. Banyak kecelakaan fatal pada olahraga sepeda ataupun cidera akibat lari. Banyak juga yang mengalami serangan jantung pada olahraga seperti sepakbola, bahkan oleh atlet professional sekalipun. Jalan kaki juga aman untuk lansia. Banyak sekali orang yang berusia lebih dari 70 tahun tetap aktif dan sehat dan jika ditanya melakukan olahraga apa, hanya jalan kaki.
Move more and lives more. Teruslah bergerak agar umur panjang. Jalan kaki berdasarkan banyak riset penelitian dapat mencegah penyakit kardiovaskuler yaitu penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.
Penyakit stroke dan jantung adalah pembunuh no.1 di Indonesia. Penyakit yang sejatinya dapat dicegah sejak dini. Gaya hidup sendentary atau malas gerak sudah membudaya di negara ini. Ke warung dekat rumah pun kita lebih suka naik motor daripada jalan kaki. Selain masih banyak trotoar yang memang tidak ramah untuk pejalan kaki. Kita lebih suka memakai lift atau escalator ketimbang naik tangga. Kita lebih suka menghabiskan hari dengan mager atau rebahan dan ini sering terjadi pada banyak anak muda.
Jalan kaki yang ideal dapat dilakukan pada pagi hari karena udara masih segar dan paparan sinar ultraviolet masih dengan intensitas ringan. Namun bagi beberapa orang berjalan kaki setelah sholat subuh juga lebih nyaman karena kesibukan di pagi hari. Banyak juga yang jalan kaki pada sore hari. Tapi semua itu lebih baik daripada hanya diam.
Di tempat dimana usia harapan hidup panjang, seperti di Okinawa Jepang terbukti jalan kaki dan aktif sudah menjadi kebiasaan. Tidak ada olahraga khusus di negara itu. Begitu juga di negara – negara maju seperti Eropa, trotoar pejalan kaki menjadi wisata tersendiri. Beberapa kota besar di Indonesia juga sudah mulai berbenah untuk jalanan kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan disabilitas.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Biaya untuk Kesehatan juga sangat besar. BPJS tidak akan mampu menanggung biaya pengobatan jika selalu bergerak disektor kuratif. Maka Kementerian Kesehatan begerak kearah kedokteran yang lebih preventif. Membeli satu sepatu yang baik untuk berjalan kaki tentu akan sangat kecil harganya bila dibandingkan dengan biaya pengobatan yang mahal.
Lalu dari mana kita harus mulai dan kapan. Lakukan lah sekarang mulailah dengan jalan disekitar kamar atau rumah. Mulailah dari yang paling mudah. Berikutnya yang paling sulit adalah konsistensi. Untuk konsisten kadang kala kita membutuhkan teman, carilah teman yang juga memiliki minat yang sama.
(Dr dr Eko Setiawan SpB FINACS adalah Dokter Spesialis Bedah, Dosen dan Peneliti dibidang Stem Cell)


Mencegah lebih baik dari pada pengobatan