Wihaji
Menteri Wihaji memantau langsung pelaksanaan program “Setahun Berdampak” serta penguatan Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di Surabaya, Kamis (9/10).(Foto Ist)

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG 3B dan Apresiasi Lini Lapangan BKKBN di Surabaya

SURABAYA[BahteraJateng] – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (9/10).

Kunjungan ini untuk memantau langsung pelaksanaan program “Setahun Berdampak” serta penguatan Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Agenda pertama dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gubeng Pucang Sewu, yang menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B — ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dari keluarga berisiko stunting.

Wihaji menegaskan, pengawasan ketat dilakukan lintas sektor terhadap produksi dan distribusi MBG agar aman dan tepat sasaran.

“Hasil Rakortas antar kementerian sudah melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, puskesmas, dan stakeholder terkait. Semua bergerak bersama agar pelaksanaan MBG semakin baik ke depan,” ujar Wihaji.Wihaji

Ia menjelaskan, menu MBG untuk kelompok 3B dibedakan dari menu siswa sekolah, baik dari kandungan gizi maupun mekanisme distribusi. Makanan disalurkan melalui kelurahan atau posyandu, kemudian diantar oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) kepada penerima manfaat.

“Program ini adalah investasi kita untuk masa depan, memastikan ibu dan anak berisiko stunting mendapat asupan terbaik,” tambahnya.

Usai peninjauan, Menteri Wihaji menghadiri Karnaval Lini Lapangan di Gedung Convention Center Universitas Airlangga, Surabaya. Acara ini diikuti ribuan kader KB, penyuluh KB, dan remaja GenRe dari seluruh Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung program keluarga berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Wihaji menegaskan pentingnya peran tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak keberhasilan program penurunan stunting.

“Para kader KB, penyuluh, dan remaja GenRe adalah motor penggerak Bonus Demografi Indonesia,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan Ikrar Apel Kesiapan Tenaga Lini Lapangan, di mana peserta menyatakan komitmennya menyukseskan berbagai program Quick Win, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta Lansia Berdaya (SIDAYA).(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *