|

Muhammad SAW Gudang Teladan Manusia Survive

Oleh: Syamsul Huda

Hari-hari ini kita masih berada di bulan Robiul Awwal tahun 1446 Hijriyah yang oleh masyarakat Indonesia disebut dengan sebutan maulid karena memang dalam bulan ini ada momentum agung yakni kelahiran nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 Robiul Awwal.


Dialah sosok makhluk paling mulia, figur yang kita diperintahkan untuk senantiasa bersholawat. Bahkan malaikat dan Allah SWT pun bersholawat kepadanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 56.

Momentum 12 Robiul Awwal 1446 Hijriyah memang sudah berlalu beberapa hari sillam, namun momentum untuk meneladani kehidupan Muhammad SAW sebagai manusia tidak pernah berlalu, kisah perjalanan putra Abdullah As ini tak lekang aktualitasnya sepanjang zaman.


Para kiai di bumi nusantara mengabadikan pengungkapan kisah-kisah kehidupan nabi akhir zaman ini hampir sepanjang waktu,di luar bulan maulid sekalipun melalui pembacaan sejarah nabi yang sebagian dikemas dalam syair-syair indah dalam kitab dziba, barzanji, burdah dan sebagainya.

Jika didalami syair-syair itu memberikan informasi bagaimana nabi Muhammad SAW menjalani hidup sebagai manusia yang penuh dengan tantangan, problematika dan bagaimana cara menghadapinya dengan baik.

Masa kehidupannya memang penuh keteladanan dan layak untuk diteladani oleh manusia yang hidup pada zaman teknologi informasi dan digitalisasi seperti sekarang ini. Tepat sekali kalau Allah SWT menurunkan utusannya ke bumi adalah makhluk yang berjenis manusia, tidak malaikat umpamanya yang tak kenal dengan makan, minum, lapar, haus, dan sebagainya.

Muhammad SAW sebagai manusia pada dirinya melekat sifat-sifat manusia yang dapat diduplikasi oleh manusia setelahnya hingga kapanpun, walau tidak bisa sama persis, namun setidaknya bisa dijadikan penyemangat dengan meneladaninya.

Tak bisa dibayangkan kalau utusan itu malaikat, manusia sebagai hamba Tuhan yang mengemban amanat sebagai Khalifah dimuka bumi ini sulit untuk meneladaninya.

Salah satu teladan penting dari utusan Allah terakhir adalah bagaimana manusia bisa survive karena akrab dengan problem hidup yang keras. Saat lahir Muhammad tidak berayah karena ayahnya meninggal saat dia berada di kandungan ibu. Menjalani hidup sebagai yatim piatu dialami ketika masih kecil karena ditinggal wafat ibunya.

Meski berada dibawah asuhan kakek dan berlanjut pada pamannya, nabipun tidak mau menikmati zona nyaman, ia tetap bekerja keras agar survive dengan menjalani profesi sebagai pengembala kambing dan berdagang.

Saat dideklair menjadi seorang rasul, kekasih dan pilihan Tuhanpun tidak serta merts menikmati kenyamanan hidup dengan berbagai fasilitas selayaknya orang penting. Justru dengan membawa risalah kenabian itu tantangan, ancaman, hinaan, ujaran kebencian bahkan bullian mengalir deras sepanjang waktu.

Bahkan saat melakukan rutinitas dalam kehidupan tak sepi dari gangguan, pernah dialami saat berdagang dihadapkan dengan aksi pemboikotan, sebaliknya saat akan bertransaksi untuk melakukan pembelian tidak ada yang mau melayani.

Ancaman fisikpun juga dialami, mulai diludahi, dihina sampai blokade jalan yang akan dilewati hingga ancaman pembunuhan sering dihadapi.

Yang terkait dengan kehidupan pribadi nabipun memberikan keteladanan, sebagai manusia ia pernah menghadapi kekecewaan karena tidak memiliki keturunan laki-laki yang beranjak dewasa, juga cemburu karena fitnah, istrinya Aisyah dikabarkan selingkuh dengan sahabat.

Sebagai manusia pernah menghadapi kelaparan, misalya saat perang khandak pasukannya kekurangan logistik yang agar tetap bisa survive perutnya diganjal dengan batu agar tetap tegar. Sebagian kekasih Allah SWT bisa saja nabi Muhammad minta bantuan kepada Allah SWT agar diturunkan logistik yang cukup.

Namun itu tidak dilakukan, demi menguji ketahanan dan semangat pasukan, rasa lapar saat perang disiasati dengan mengganjal batu diperut. Menjadi korban pengkhianatanpun juga sering dialami.

Misalnya dalam sebuah peperangan, sebagian pasukannya ( orang-orang munafik) “balik kanan” , padahal pasukan musuh sudah di depan mata. Jadi kalau hari-hari ini kebetulan saat agenda Pilkada kalau ada pihak yang dikhianati jangan kaget. Karena kekasih Allahpun juga pernah dikhianati orang dekatnya.

Itulah sebagian potret kehidupan nabi yang tak pernah sepi dari problem dan penderitaan, hal-hal seperti itu rasanya juga sempat dialami oleh manusia zaman sekarang.

Dengan mengetahui jejak perjalanannya, kita semua bisa mengambil hikmah dibalik peristiwa itu dan bagaimana nabi menghadapinya. Utusan dan kekasih Allah saja diuji, apalagi kita, mari kita teladani survivenya nabi dalam menjalani hidup di dunia.

(Syamsul Huda, Guru Ngaji Kampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *