Pemkab Blora Gelar Pawai Pembangunan, Usung Budaya Nusantara
BLORA[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Blora menggelar karnaval pawai pembangunan yang diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa dengan rute start depan Kantor Bupati Blora dan finish di Kantor DPRD Blora pada Sabtu (29/8).
Acara dibuka oleh Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dan didampingi Forkopimda. Hadir pula Kepala OPD, Camat, Kepala BUMD, 46 tim peserta pawai dari berbagai jenjang pendidikan, 6 tim eksibisi, serta ribuan masyarakat Blora di sepanjang lintasan karnaval.

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pawai pembangunan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Blora.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan pawai pembangunan hari ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pawai pembangunan tahun ini mengusung tema ‘Pesona Budaya Nusantara: Semangat Kemerdekaan Untuk Blora Maju dan Berkelanjutan’.
“Tema ini mengandung makna yang dalam. Pesona budaya menggambarkan kekayaan budaya nusantara sebagai identitas sekaligus kekuatan pemersatu kita,” ujarnya.
Lebih lanjut Rini menyampaikan bahwa pawai pembangunan merupakan media edukasi, promosi, dan refleksi atas capaian pembangunan serta ajang kreativitas masyarakat.
Salah satu Ketua Tim Peserta Pawai Pembangunan dari SDN 5 Karangjati Blora sekaligus Kepala Sekolah, Yani menyampaikan pihaknya mengusung tema budaya suku Samin.
“Dalam pawai pembangunan ini kami mengusung tema Budaya Samin dan menampilkan tarian Tari Kreasi Kijang Kencana,” ujar Yani.
Menurutnya, tarian tersebut menggambarkan keanggunan Kijang Kencana yang hidup selaras di hutan jati Blora, dengan gerakan lincah, lemah gemulai, namun penuh makna.
“Tarian ini mengangkat filosofi luhur masyarakat Samin: jujur, lugu, dan luhur. Artinya hidup jujur, bersikap lugu tulus, dan berbudi luhur. Melalui tarian ini, para penari mengajak kita untuk mencintai alam, menjaga kejujuran, dan mengamalkan gotong royong. Sebuah pesan kebangsaan bahwa Indonesia kuat karena rakyatnya jujur dan berbudi luhur,” ujar Yani.
Yani berharap warga Blora khususnya mencintai alam dengan merawat hutan jati, menjaga kejujuran yang dimulai dari rumah, mengamalkan gotong royong, dan Blora menjadi contoh. Indonesia kuat karena rakyatnya jujur dan berbudi luhur.

