Pemprov Jateng Bakal Punya Sekolah Rakyat
SEMARANG [BahteraJateng]- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat, sekolah gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan kemiskinan.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya tengah mengidentifikasi lahan dan gedung bisa digunakan untuk sekolah ini, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Pendanaan program ini bersumber dari APBN.
“Lahan tidak harus milik Pemprov, bisa juga dari pemerintah kabupaten/kota. Jika memungkinkan, pembangunan atau revitalisasi gedung untuk Sekolah Rakyat bisa dimulai tahun ini,” kata Ahmad Luthfi usai rapat koordinasi dan sosialisasi pembentukan Sekolah Rakyat di Gedung B Lantai V Pemprov Jateng, Rabu (12/3).
Sosialisasi ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta bupati dan wali kota se-Jateng. Ahmad Luthfi menegaskan, Jateng mendukung penuh program dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini. Salah satu tujuannya adalah mengurangi jumlah anak putus sekolah di Jateng saat ini mencapai 160 ribu siswa.
Menurutnya, Sekolah Rakyat akan berperan penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Saat ini, angka kemiskinan di Jateng masih berada di angka 9,58 persen.
Menariknya, siswa berhak masuk Sekolah Rakyat adalah warga sekitar lokasi sekolah termasuk kategori miskin serta memiliki prestasi. Namun, proses penyiapan lahan cukup menantang karena Kemensos menetapkan luas lahan yang dibutuhkan antara 5 hingga 10 hektare.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, sekolah ini mulai diaktifkan pada tahun ajaran 2025/2026. Pada tahap awal, sekolah akan menggunakan aset milik Kemensos.
Sekolah ini berbentuk boarding school atau asrama dan pendidikan berlangsung 24 jam sehari. Kurikulum mengacu pada sekolah unggulan dengan penekanan pada pendidikan karakter. Saat ini, Pemprov dan Pemkab masih mengusulkan lokasi yang bisa digunakan.
“Seminggu lagi akan diketahui berapa lokasi yang siap. Bisa dalam bentuk gedung yang direvitalisasi atau lahan baru. Kami tunggu usulan hingga 21 Maret 2025,” ujar Gus Ipul.


