Pendaki Gunung Slamet Jatuh ke Jurang, Meninggal Saat Dievakuasi
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Seorang pendaki gunung jatuh ke jurang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet via Bambangan. Korban berinisial MA (16) asal Jakarta tersebut, dilaporkan jatuh ke jurang sedalam 100 meter.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian menemukan korban dalam kondisi kritis pada Minggu (23/2) pukul 19.00 WIB. Namun, saat proses evakuasi, korban dinyatakan meninggal dunia di jalur antara pos 7 dan pos 6.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Prayitno, mengatakan bahwa korban meninggal dunia pada pukul 23.35 WIB.
“Jenazahnya kemudian dievakuasi ke basecamp pendakian Bambangan dan tiba pada Senin (24/2) pukul 07.30 WIB,” ujarnya.

Setelah diperiksa oleh Tim Inafis Polres Purbalingga, jenazah dibawa ke RS Goeteng Taroenadibrata untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, Marchel bersama empat rekannya memulai pendakian Gunung Slamet pada Sabtu (22/2) dan mencapai puncak pada Minggu pagi. Saat turun, Marchel berjalan lebih dahulu karena ingin mengejar jadwal kereta dari Stasiun Purwokerto.
Salah satu rekannya melihat Marchel tersandung dan jatuh ke jurang di antara Batu Merah dan batas vegetasi Pos 9. Kabut tebal membuat mereka kehilangan pandangan.
Rekan-rekan Marchel segera mencari pertolongan. Pihak basecamp Bambangan menerima laporan pada pukul 09.57 WIB, dan Tim SAR mulai bergerak pada pukul 13.30 WIB.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB dan menemukan korban 30 menit kemudian dalam kondisi kritis, tidak sadarkan diri, tetapi masih bernapas.
“Korban segera diberikan pertolongan pertama dan dievakuasi turun gunung. Namun, dalam perjalanan antara pos 7 dan pos 6, Marchel dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.
Setelah proses evakuasi yang berlangsung hingga pagi, jenazah akhirnya sampai di basecamp Bambangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki gunung untuk selalu berhati-hati dan mengikuti prosedur keselamatan saat mendaki serta menjaga kekompakan.(sun)

