Perhutani Kebonharjo Tanam Pohon
Perhutani KPH Kebonharjo bersama sejumlah stakeholder melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Petak 132D RPH Ngapus, BKPH Gayam, Selasa (2/6).(Dok. KPH Kebonharjo)

Perhutani Kebonharjo dan Stakeholder Tanam 100 Bibit Pohon di BKPH Gayam

BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo bersama sejumlah stakeholder melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Petak 132D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngapus, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gayam pada Selasa (2/6).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Pemerintah Desa Ketringan, Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Sejahtera, tokoh masyarakat, serta relawan.

Administratur/KKPH Kebonharjo melalui Kepala BKPH Gayam, Subandiyono, mengatakan penanaman bersama ini merupakan bentuk kolaborasi antara Perhutani dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas kawasan hutan.

Menurutnya, upaya penghijauan menjadi semakin penting dilakukan, terutama saat memasuki musim kemarau, guna menjaga keberlangsungan fungsi hutan sebagai kawasan konservasi dan daerah tangkapan air.

“Kegiatan ini sangat efektif untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di kawasan hutan dan daerah tangkapan air agar tetap terjaga dan hijau, apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau,” ujar Subandiyono.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menanam sebanyak 100 bibit tanaman buah-buahan yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Subandiyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak lepas dari dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

“Hari ini kita menanam seratus bibit tanaman buah-buahan. Semoga bibit yang kita tanam tumbuh subur sehingga dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonomis bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ketringan, Wahono, mengapresiasi komitmen Perhutani dalam mengelola kawasan hutan secara lestari. Ia menilai kegiatan penanaman bersama menjadi langkah positif untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Menurut Wahono, penanaman dilakukan sebagai bagian dari pengayaan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan penanaman ini bertujuan untuk pengayaan kawasan perlindungan setempat. Selain memiliki fungsi ekologis bagi lingkungan, tanaman yang ditanam juga memiliki nilai ekonomis. Semoga ketika nanti sudah berbuah, hasilnya dapat membantu meningkatkan pendapatan petani hutan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani bersama para stakeholder berharap upaya penghijauan dapat terus berlanjut sehingga kawasan hutan tetap terjaga, produktif, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat. (day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *