Perhutani Mantingan
Perhutani KPH Mantingan melaksanakan pemanenan tanaman gelirisidi (Gliricidia sepium) tahun 2005.(Dok. KPH Mantingan)

Perhutani Mantingan Panen Gelirisidi Sebagai Bahan Baku Wood Pellet

REMBANG[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Mantingan melaksanakan pemanenan tanaman gelirisidi (Gliricidia sepium) tahun 2005 yang akan digunakan sebagai bahan baku wood pellet di Petak 116D seluas 6,4 hektar.

Waka Administratur/KSKPH Mantingan, Arif Yudiarko yang ditemui dilapangan menyampaikan bahwa tanaman gelirisidi ini merupakan tindak lanjut dari program nasional tahun 2005 tentang energi baru dan terbarukan.


“Tanaman gelirisidi ini awal ditanam sebagai tindaklanjut pelaksanaan program nasional terkait energi baru dan terbarukan (EBT). Dan panen tahun 2026 ini kontrak kerjasama dengan PT. Reethau Energi Terbarukan di Jepara sebagai bahan baku wood pellet,” ungkap Arif pada bahterajateng pada Kamis (23/4).

Arif juga mengungkapkan jumlah berat kontrak kayu gelirisidi bahan baku wood pellet dan prospeknya kedepan sebagai bagian dari usaha Perum Perhutani.


“Tahun 2026 ini, KPH Mantingan mendapat kontrak kayu gelirisidi sebesar 108 ton dengan perusahaan tersebut, dan peluangnya masih terbuka. Rencana kedepan akan didirikan pabrik wood pellet di bekas TPK Landoh,” lanjut Arif.

Ditempat yang sama, Asper/KBKPH Medang, Suratno menambahkan terkait kriteria kayu yang diterima perusahaan wood pellet.

“Kayu yang diterima perusahaan, minimal diameter dua sentimeter. Karena nantinya kayu dicacah sebelum dicetak menjadi wood pellet,” ungkap Suratno.

Lebih lanjut Suratno menyampaikan pemeliharaan tanaman gelirisidi lanjutan pasca tebang.

“Setelah tebang, kami melaksanakan pemeliharaan trubusan. Untuk jarak tanam tetap dipertahankan, 2 x 1 meter dengan potensi tanaman sekitar 5 ribu pohon untuk petak 116D ini,” pungkas Suratno.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *