Perhutani Randublatung dan BPBD Blora Teken MoU Penanggulangan Bencana
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Randublatung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana pada Selasa (2/6).
Penandatanganan MoU yang dilakukan langsung oleh Administratur/Kepala KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro dan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blora Mulyowati tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Administratur/KKPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, yang didampingi Wakil Administratur/KSKPH Randublatung Bambang Sunarto, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan kawasan hutan dan lingkungan.
“Melalui penandatanganan MoU ini, kami berharap terjalin koordinasi yang lebih efektif antara KPH Randublatung dan BPBD Blora dalam upaya mitigasi serta penanganan bencana. Sinergi ini penting untuk melindungi masyarakat, kawasan hutan, dan sumber daya alam dari dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Rovi.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan respons cepat ketika terjadi bencana, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, menyampaikan apresiasi kepada KPH Randublatung atas komitmen dan sinergi yang telah terjalin dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Blora.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Rovi. Alhamdulillah setelah apel siaga, kita dapat menandatangani MoU ini. Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini, sinergi dalam menghadapi kebencanaan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Mulyowati.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci utama dalam manajemen penanggulangan bencana yang efektif.
“Kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang sangat dibutuhkan dalam manajemen bencana. Dengan dukungan KPH Randublatung, kami optimistis upaya kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana dapat dilaksanakan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” pungkasnya. (day)

