Sanggar Tari Larasati
Didi Nini Thowok dalam pagelaran seni tari memperingati 8 tahun Sanggar Tari Larasati, di GOR Indoor Goentoer Darjono, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (7/12) malam.(Dok Angga)

Peringatan 8 Tahun Sanggar Tari Larasati Hadirkan Didi Nini Thowok, Beri Pencerahan Seni Tari

PURBALINGGA[BahteraJateng] — Sanggar Seni Tari Larasati merayakan hari jadinya yang ke-8 dengan menggelar pagelaran seni tari di GOR Indoor Goentoer Darjono, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (7/12) malam.

Perayaan tahun ini berlangsung meriah karena menghadirkan maestro tari tradisional internasional, Didi Nini Thowok, yang menjadi narasumber sekaligus penampil utama.


Pimpinan Sanggar Tari Larasati, Hening Pambudi Larasati, mengatakan bahwa perayaan tahun ini dirancang berbeda untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada pecinta seni tari.

Didi Nini Thowok dihadirkan untuk memberikan pencerahan dalam sarasehan bertajuk “Tubuh Sang Penari”, yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan sejak pagi.

“Kami tidak hanya ingin menampilkan pementasan tari tradisional dari Sanggar Larasati dan sanggar lain, tetapi juga memberikan ilmu seni tari yang lebih mendalam. Karena itu kami menghadirkan maestro tari Didi Nini Thowok sebagai narasumber yang kompeten,” ujar Hening.

Melalui sarasehan tersebut, para pegiat, penari, dan penikmat seni tari mendapatkan wawasan baru mengenai filosofi tubuh dalam tari. Hening menyebut pencerahan dari maestro tersebut menjadi bekal berharga bagi perkembangan seni tari tradisional di Purbalingga.

Pada pagelaran malam hari, Didi Nini Thowok kembali menghibur pengunjung melalui penampilan khasnya menggunakan berbagai topeng. Gerak tubuh jenaka dan gestur teatrikal yang ia tampilkan memancing tawa sekaligus kekaguman penonton.

Maestro tari kelahiran Temanggung itu menampilkan karakter-karakter berbeda yang berganti secara spontan, menegaskan kekuatannya sebagai penampil tunggal berkelas internasional.

Selain kehadiran Didi Nini Thowok, rangkaian perayaan juga dimeriahkan kelompok musik etnik modern Svara Gangsa pimpinan Imam Budi Santoso, serta pertunjukan sendratari “Socaludira Murca” oleh dalang muda Dhipa Ranu Amerta yang mengangkat kisah babad Onje. Puluhan tarian dari berbagai sanggar turut ditampilkan, mulai dari tari tradisional, musik modern, hingga flashmob tari.

Pagelaran yang berlangsung sehari semalam itu menjadi penanda komitmen Sanggar Tari Larasati dalam menjaga dan mengembangkan seni tari di Purbalingga.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *