Perkuat Sinergi Pembangunan, Gubernur Luthfi Buka Retret Kepemimpinan
SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi membuka kegiatan Manunggal Leadership Retret bertajuk “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” di Lapangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (10/6).
Kegiatan ini diikuti oleh 438 peserta, yang terdiri dari Wakil Bupati/Wakil Wali Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, Direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan.

Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam membangun Jawa Tengah.
“Membangun Jawa Tengah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi. Tidak boleh ada ego sektoral. Di situ ada napas kebersamaan dalam membangun Jawa Tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa retret ini juga menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan program Pemprov Jateng dengan Asta Cita Presiden RI.
Saat ini, Pemprov telah mencanangkan 136 program, terdiri dari 11 program prioritas, 22 program intervensi, 61 program aksi, dan 42 program taktis yang selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC).

Kurikulum dari Lemhannas, Narasumber Lintas Lembaga
Retret ini disusun bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), dengan materi dari lembaga strategis seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, Kejaksaan Tinggi, tokoh agama, serta widyaiswara dari BPSDMD Jawa Tengah.
Kegiatan ini tidak hanya berupa penyampaian materi, namun juga akan dilanjutkan dengan aksi konkret di lapangan.
Retret juga menjadi bagian dari pemenuhan pengembangan kompetensi ASN, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, dengan pelatihan setara 36 jam pelajaran bagi pejabat eselon II dan III.
Tujuan: Cetak Pemimpin Humanis dan Berintegritas
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa retret ini bertujuan untuk menyiapkan pemimpin yang humanis dan responsif terhadap dinamika geopolitik, pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, serta berorientasi pada kepentingan publik,” ujar Sumarno.
Peserta Berasal dari Berbagai Unsur
Jumlah peserta sebanyak 438 orang, terdiri dari: 35 Wakil Bupati/Wakil Wali Kota, 5 Pejabat Tim Percepatan Pembangunan Daerah, 40 Direktur Utama BUMD, 42 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 298 Jabatan Administrator, dan 18 Analis Kebijakan Madya Setda Jateng.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur, setelah sebelumnya dilakukan penyematan simbolis tanda peserta kepada tiga perwakilan: Wakil Bupati Temanggung, Kepala Dinas ESDM Jateng, dan Direktur Utama Bank Jateng.(sun)

