Polres Demak
Polres Demak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menggelar pemeriksaan CKG dan skrining TB Paru bagi para Bhabinkamtibmas, Selasa (2/6).(Dok. Humas Polres)
|

Polres Demak Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Penanggulangan TB Paru

DEMAK[BahteraJateng] – Polres Demak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menggelar pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) Paru bagi para Bhabinkamtibmas pada Selasa (2/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program penanggulangan TB yang diinisiasi oleh Polda Jawa Tengah.

Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan tidak hanya untuk memastikan kondisi personel tetap prima, tetapi juga menyiapkan Bhabinkamtibmas agar dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TB di masyarakat.

Menurutnya, Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, Polri berkomitmen mendukung pemerintah dalam menekan angka kasus TB melalui peran Bhabinkamtibmas yang bertugas hingga tingkat desa.

“Kegiatan ini untuk menyiapkan personel dalam menjalankan program Bapak Kapolda Jawa Tengah terkait penanggulangan Tuberkulosis di masyarakat,” ujarnya.

AKBP Samel menjelaskan, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga. Dengan pemahaman yang memadai, mereka dapat membantu memberikan edukasi kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini kasus TB di wilayah binaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, menyambut baik keterlibatan Polri dalam program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan akan memperkuat pencarian kasus serta pelacakan kontak erat penderita TB.

Ia menjelaskan, seluruh layanan TB diberikan secara gratis oleh pemerintah, mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan. Pasien yang terdiagnosis TB wajib menjalani pengobatan secara teratur selama enam bulan, sementara kontak erat yang memenuhi kriteria akan mendapatkan terapi pencegahan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia pada 2030 dapat tercapai.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *