Prof. Setya Yuwana
Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Setya Yuwana.(Foto. BahteraJateng/PI)

Prof. Setya Yuwana Soroti Berkurangnya Tutupan Hutan Jati Blora, Ajak Kolaborasi Jaga Kelestarian Alam

BLORA[BahteraJateng] – Perubahan tutupan hutan jati dibeberapa titik lokasi, memantik keprihatinan Prof. Setya Yuwana, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam dialog kebudayaan Waduk Fest di Desa Tempuran, Kecamatan Jepon, Blora pada Minggu (26/7).

Menurutnya, perubahan lingkungan hidup tersebut makin tampak terlihat dari kejadian banjir yang sempat melanda Pasar Jepon serta kekeringan diberbagai embung buatan.

Prof. Yuwana yang lahir dan dibesarkan di Blora sebelum menjadi Dosen, sangat hafal dengan kondisi hutan jati semasa remajanya.

“Hutan sekarang di beberapa lokasi terlihat pohon jati pertumbuhannya jarang. Dan ini membuat saya sedih. Dengan kondisi hutan seperti ini, mempengaruhi kondisi air yang menjadi kebutuhan utama kehidupan,” ujarnya.

Prof. Yuwana juga menyampaikan perlunya menjaga ekosistem dan mengelola air dengan bijak.

“Hal utama adalah menjaga kelestarian alam, mengelola air, dan mengelola ekosistemnya. Ekosistem itu tidak hanya manusianya saja, tetapi semua yang ada, baik tanaman, hewan, dan alamnya,” ujarnya pada BahteraJateng disela kegiatan.

Lebih lanjut, Prof. Yuwana menyampaikan hal mendesak yang harus segera dilakukan masyarakat untuk menjaga lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga.

“Kita perlu penanaman kembali hutan dengan kolaborasi berbagai pihak sehingga air selalu ada di musim kemarau, dan tidak terjadi banjir saat musim hujan. Blora dulu dikenal dengan hutan jatinya, kalau jatinya habis, apa yang dikenalnya?,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *