Rembug Madya KTNA Kecamatan Rembang Bersama BPP
KTNA Kecamatan Rembang bersama BPP Kecamatan Rembang menggelar rembug madya membahas permasalahan pertanian dan perikanan di Kantor BPP Kecamatan Rembang pada Kamis (27/8).(Dok. KTNA Kecamatan Rembang)

Rembug Madya KTNA Kecamatan Rembang Bersama BPP, Siap Cetak Petani Muda

REMBANG[BahteraJateng] – Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Rembang bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Rembang menggelar rembug madya membahas permasalahan pertanian dan perikanan di Kantor BPP Kecamatan Rembang pada Kamis (27/8).

Kegiatan dihadiri Koordinator BPP Rembang, Pengurus KTNA Rembang, perwakilan Gapoktan, Poktan, Brigade Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Taruna Tani, dan Petani Milenial.

Koordinator BPP Rembang, Hartono, mengatakan pihaknya membutuhkan “kulakan” masalah yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

“Kami para penyuluh pertanian membutuhkan kulakan masalah. Karena di lapangan sangat banyak yang harus segera diselesaikan agar para petani nyaman dalam bertani,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Hartono juga menyampaikan bantuan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten cukup banyak, diantaranya program optimalisasi lahan, alsintan, serta program lainnya. Ia berharap para petani dan nelayan dapat memanfaatkannya secara maksimal.

Rembug madya yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan ini berhasil menginventarisir berbagai masalah serta mencari solusi. Kegiatan dilanjutkan Rembug Paripurna untuk menunjuk kepengurusan KTNA Kecamatan Rembang periode lima tahun ke depan.

Dalam Rembug Paripurna dengan agenda reorganisasi, peserta sepakat Sutrisno tetap sebagai Ketua dan Achmad Rif’an sebagai Sekretaris hingga tahun 2031.

CWS (Co-Working Space) Penyuluh Pertanian, Arini mengarahkan pengurus KTNA Kecamatan Rembang yang baru dengan wajah lama agar tidak bosan mendampingi petani dan bermitra dengan penyuluh pertanian.

Sobroh mewakili Ketua KTNA Kabupaten Rembang memotivasi agar petani dan pengurus Kelompok Tani, Gapoktan, KWT, Brigade Tani dan organisasi berbasis pertanian yang mendapat mandat harus semangat dan konsisten berjuang.

“Harus aktif dalam berbagai kegiatan dan pertemuan KTNA,” ujar Sobroh.

Sekretaris KTNA Kecamatan Rembang, Achmad Rif’an menyampaikan bahwa KTNA berfungsi sebagai wadah musyawarah, komunikasi, koordinasi bagi petani dan nelayan sekaligus mitra kerja pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan.

Menurutnya, pemerintah saat ini sangat fokus pada pembangunan pertanian sehingga Indonesia mendapat predikat negara swasembada pangan.

“Pemerintah tanpa petani tidak bisa mencapai prestasi. Demikian pula petani tanpa pemerintah juga tak bisa melakukan aktivitas pertanian dengan nyaman menuju sejahtera,” ujarnya.

Sesuai tema besar kegiatan, Achmad Rif’an selaku inisiator Taruna Tani Jawa Tengah menyampaikan bahwa ke depan Indonesia berada di tangan dan pundak petani muda.

“Mereka menjadi penyangga tatanan negara Indonesia. Ketahanan nasional bukan sebatas terkait kekuatan militer, namun kekuatan rakyat dalam kedaulatan pangannya terjamin,” pungkas Rif’an.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *