Renovasi Masjid Waringinsari Condongcatur, Bupati Sleman Dorong Peran Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Sosial
SLEMAN[BahteraJateng] – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menghadiri peletakan batu pertama tanda dimulainya renovasi masjid Waringinsari Ngropoh, Condongcatur, Depok, Sleman pada Minggu (4/1).
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan bazar UMKM warga Waringinsari, layanan cek kesehatan gratis serta lantunan shalawat dari ibu-ibu Waringinsari.

Tampak hadir dalam kegiatan penuh khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut Panewu Depok, Danramil 11 Depok, Kapolsek Depok Timur, Lurah Condongcatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, penggerak UMKM, KWT, Dasa Wisma, pemuda, warga masyarakat dan wakif yang telah mewakafkan masjid.
Dalam tausiyahnya Zainal Muttaqin menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat ibadah dan penguatan sosial umat.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya renovasi Masjid Waringinsari.
Ketua Takmir Masjid Waringinsari, Amin Suyono, menyampaikan renovasi masjid waringinsari dilakukan mengingat kapasitas masjid yang sudah tidak mencukupi.
“Khususnya pada saat pelaksanaan shalat Jumat dan Ramadan sehingga jamaah meluber hingga luar masjid,” kata Amin Suyono.
Melalui musyawarah pengurus takmir, jamaah dan warga masyarakat Waringinsari disepakati dilakukan renovasi secara gotong royong dengan menggalang infak dari warga maupun bantuan dari pemerintah dan lainnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi kepada warga Waringinsari atas semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan masjid.
Pemkab Sleman berkomitmen dalam mendukung kebutuhan riil masyarakat seperti renovasi rumah ibadah.
“Sehingga diharapkan setelah direnovasi masjid ini dapat lebih nyaman untuk beribadah dan bisa lebih refresentatif dengan fasilitas pendukung yang lebih baik,” kata Harda.
Lebih lanjut , Bupati Sleman berharap renovasi masjid Waringinsari tidak hanya meningkatkan kapasitas bangunan akan tetapi juga memperkuat fungsi masjid.
“Dengan bertambahnya kapasitas bangunan diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid, selain sebagai pusat ibadah, juga kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi warga, khususnya di kawasan penyangga pendidikan dan permukiman yang dinamis,” tutur Harda.
Hibah dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur sebesar Rp. 45 juta telah dicairkan dan proses administrasi serta pertanggungjawaban (SPJ) sedang berjalan.
“Selain itu, dukungan juga diberikan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bupati Sleman Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp.100 juta untuk mendukung kelanjutan renovasi,” imbuhnya.
Ketua panitia pembangunan, Fauzan Azima, menyampaikan, total anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi masjid Waringinsari mencapai Rp. 1,6 miliar.
Hingga pelaksanaan peletakan batu pertama, infak dan donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp. 500 juta.
“Sehingga pembangunan masih memerlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak,” ungkap Fauzan.

