| |

Stabilkan Inflasi, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah 100 Kali

MAGELANG[BahteraJateng]  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 100 kali hingga Idul Fitri mendatang. Program itu digencarkan guna menstabilkan inflasi dan menurunkan harga beras di pasaran.

“Sampai saat ini sudah terealisasi 72 kegiatan GPM,” ujar Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana seusai meninjau kegiatan Gerakan Pasar Murah di halaman Kantor Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Rabu (28/2).

Sebab, tutur Nana, hingga kini sejumlah harga sembako mengalami kenaikkan. Dia menyebutkan, harga beras medium sekitar Rp15.000 sampai Rp16.000 dan beras premium  kisaran Rp19.000 sampai Rp20.000. Selain itu, harga komoditas cabai, telur, dan daging juga fluktuatif.

Dia menambahkandia, tujuan  GPM ini selain menstabilkan inflasi, juga  membantu keterjangkauan masyarakat untuk membeli bahan-bahan pangan.

Sebab, lanjutnya, harga komoditas di GPM lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar, karena Pemprov Jateng memberikan subsidi transportasi kepada para vendor.

Setidaknya ada 13 vendor yang dilibatkan dalam GPM di Kabupaten Magelang. Mereka menyediakan bahan pangan berupa beras, gula, minyak goreng, ayam potong, telur, hingga tepung.

Misalnya Bulog Cabang Magelang semula menyediakan stok 6 ton beras, setelah melihat antusias masyarakat, Bulog kemudian menambah stok 2 ton, jadi total 8 ton beras SPHP dari Bulog. Lalu ada stok beras yang dijual oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat sekitar 2 ton.

“Alhamdulillah pelaksanaan GPM tadi cukup ramai. Ini terus akan kita gelorakan, tidak hanya Provinsi, tetapi mungkin nanti dari kabupaten/kota melakukan hal sama,” tutur Nana.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari menambahkan, pemilihan Kabupaten Magelang sebagai lokasi Gerakan Pasar Murah (GPM) dikarenakan daerah itu pernah masuk dalam kategori indeks perkembangan harga (IPH) tinggi.

“Selain itu menjadi salah satu daerah dari 17 kabupaten dengan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah,” ujarnya.

Salah seorang warga Mungkid, Ani mengaku, gerakan pasar murah itu sangat membantu sekali untuk kalangan menengah ke bawah.

“Sekarang harga beras minimal Rp15 ribu bahkan bisa lebih. Adanya pasar murah begini dengan harga Rp10.900 perkilogram sangat menghemat sekali untuk belanja,” kata dia.

Dia berharap, pemerintah bisa menurunkan dan menstabilkan harga bahan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *