Unwahas menggelar National Student Conference on Sustainability bekerja sama dengan EcoGreen Project, di Aula Kampus 2 Unwahas, Kamis (22/1).(Dok. Humas Unwahas)

Transformasi Gagasan Menjadi Aksi, Unwahas Sukses Gelar National Student Conference on Sustainability Bersama EcoGreen

SEMARANG[BahteraJateng] – Isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan kini tidak lagi berhenti pada diskursus akademik. Menyadari urgensi tersebut, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar National Student Conference on Sustainability bekerja sama dengan EcoGreen Project, di Aula Kampus 2 Unwahas pada Kamis (22/1) lalu.

Konferensi mahasiswa berskala nasional ini mengusung tema “From Green Minds to Green Actions: Empowering Young Generation for Real Actions”, yang bertujuan menjembatani kesadaran lingkungan dengan implementasi aksi nyata di masyarakat.

Kegiatan ini diikuti delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam laporan pembuka, Ketua Panitia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu sebagai kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor gerakan keberlanjutan. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat keilmuan, tetapi juga ruang lahirnya aksi nyata.

“Kita tidak kekurangan orang pintar yang berbicara soal lingkungan. Namun, yang kita butuhkan adalah lebih banyak penggerak yang berani memulai aksi. Melalui konferensi ini, Unwahas ingin menciptakan ekosistem di mana ide-ide segar mahasiswa dapat diuji dan diwujudkan,” ujar Prof. Helmy.

Konferensi tersebut terbagi dalam sejumlah sesi strategis yang menghadirkan pakar lingkungan, praktisi sustainability, serta aktivis muda. Diskusi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membahas studi kasus eco-innovation dan solusi aplikatif.

Selain itu, Unwahas juga menyelenggarakan lomba presentasi makalah yang memuat gagasan dan inovasi peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Turut hadir Primary Coordinator EcoGreen Project, Johanna Renny Octavia Hariandja, yang menyebut Unwahas sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan gagasan dan gerakan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran Unwahas. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dalam penanganan berbagai persoalan lingkungan di Indonesia,” ungkap Johanna.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak mengikuti city tour mengunjungi sejumlah ikon Kota Semarang, seperti Kota Lama dan Lawang Sewu, sebagai bagian dari penguatan wawasan keberlanjutan berbasis kota dan sejarah.

Melalui kegiatan ini, Unwahas menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan, dengan generasi muda sebagai aktor utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *