Wabup Sleman Dorong Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Jadi Kebiasaan Masyarakat
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Wakil Bupati (Wabup) Sleman Danang Maharsa, mengajak masyarakat menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar karena kewajiban mematuhi aturan atau menghindari sanksi.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Masyarakat Tahun 2026 di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan bersama DPRD Sleman melalui program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi D, Nurlia Ardiyanti Putri.
Dalam sambutannya, Danang menegaskan bahwa keselamatan berkendara hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk mematuhi aturan lalu lintas. Menurutnya, disiplin di jalan harus lahir dari kebutuhan akan keselamatan, bukan semata-mata karena keberadaan petugas.

Ia menjelaskan, perkembangan Kabupaten Sleman sebagai kawasan pendidikan, permukiman, dan destinasi wisata telah meningkatkan mobilitas serta jumlah kendaraan di jalan. Kondisi tersebut menuntut setiap pengguna jalan untuk semakin disiplin demi mengurangi risiko kecelakaan.
“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui kesadaran seluruh elemen masyarakat dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Danang, baru-baru ini.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sleman, Nurlia Ardiyanti Putri, berharap kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Donoharjo mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat diharapkan dapat menekan angka kecelakaan sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin aktif membangun budaya tertib berlalu lintas dan menyadari bahwa keselamatan di jalan merupakan komitmen bersama,” katanya.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Dwi Handoko Wiyoto, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut diikuti sekitar 350 anggota FKPM dari Kapanewon Pakem dan Kapanewon Ngaglik. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Satlantas Polresta Sleman serta PT Jasa Raharja Cabang DI Yogyakarta.
Pada kesempatan itu, panitia turut menyerahkan bantuan sarana pendukung berupa 56 unit traffic cone, 14 rambu genggam STOP, 350 rompi sosialisasi, serta 14 senter lalu lintas untuk mendukung kegiatan pengaturan dan edukasi keselamatan di masyarakat.(day)

