Wagub Jateng Minta Daerah Perkuat Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak
SEMARANG[BahteraJateng] — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta bupati dan wali kota di wilayahnya serius memperkuat pelayanan perlindungan perempuan dan anak, khususnya melalui optimalisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Hal itu disampaikan Wagub Jateng Taj Yasin, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Jumat (6/2). Ia menegaskan koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar penanganan kasus lebih masif dan tuntas.

“Mohon atensinya para bupati dan wali kota, terutama yang UPTD-nya belum lengkap. Koordinasi harus diperkuat agar penanganan kasus bisa lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, terutama untuk pendampingan psikologis korban.

Ia juga mendorong daerah menyiasati keterbatasan SDM dengan memfungsikan ASN dari unit lain guna mengisi kekosongan staf di UPTD PPA.
Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng Ema Rachmawati menyebut sejumlah daerah telah memiliki struktur UPTD PPA, namun belum optimal karena keterbatasan staf dan anggaran, terutama untuk tenaga psikolog, pekerja sosial, dan tenaga hukum.
Sepanjang 2025, LRC-KJHAM mencatat sedikitnya 117 kasus kekerasan perempuan dan anak di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi berupaya meningkatkan kapasitas layanan serta menyiapkan rumah aman bagi korban agar penanganan lebih komprehensif hingga tingkat kabupaten/kota.(sun)

