Penyerahan simbolis Buku Penanganan Stunting Ditinjau dari Berbagai Aspek, oleh Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji (kanan), kepada Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana(kiri), Selasa (31/12).
|

Baznas-MUI Jateng Luncurkan Buku Penanganan Stunting Ditinjau dari Berbagai Aspek

SEMARANG[BahteraJateng] – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah meluncurkan buku “Penanganan Stunting Ditinjau dari Berbagai Aspek”. Buku setebal 92 halaman ini diterbitkan oleh Mimbar Media Utama Semarang dan ditulis oleh Agus Fathuddin Yusuf, Sekretaris MUI Jateng sekaligus dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

Peluncuran dilakukan Selasa (31/12/2024) di Gradhika Bhakti Pradja, Semarang, dengan penyerahan simbolis buku oleh Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji, kepada Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, saat acara Istighotsah dan Doa Bersama menyambut Tahun Baru 2025.


Buku ini disusun berdasarkan hasil diskusi yang diadakan oleh MUI Jateng bersama Baznas dan Pemkot Semarang, yang membahas isu strategis stunting, tantangan besar bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Diskusi tersebut melibatkan narasumber ahli, termasuk Dr. Bambang Sudarmanto Sp.A(K), Wali Kota Semarang Dr. Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Dr. Hj. Siti Masfufah M.Kes.

KH Ahmad Darodji menjelaskan, buku ini merupakan upaya MUI menjalankan perannya sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah. “Stunting berdampak buruk pada kualitas SDM, termasuk literasi dan kemampuan berpikir. Ini ancaman bagi komitmen kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.


Menurut Agus Fathuddin Yusuf, buku ini mengangkat perspektif Islam dalam mencegah dan mengatasi stunting, dengan menekankan pentingnya perencanaan keluarga yang matang. “Keluarga sakinah, mawaddah, rahmah adalah kunci untuk mencegah stunting melalui pernikahan yang terencana,” tulisnya.

Baznas juga berperan aktif menekan angka stunting di Jawa Tengah melalui program zakat berkelanjutan. Baznas berkolaborasi dengan instansi pemerintah, ormas Islam, pesantren, dan komunitas masyarakat untuk memberikan bantuan kepada keluarga terdampak stunting.

Data dari buku ini menunjukkan masih ada 17 provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting di atas rata-rata nasional. Oleh karena itu, penanganan stunting menjadi fokus utama pemerintah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk Baznas dan MUI.

Peluncuran buku ini diharapkan memberikan edukasi lintas generasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan kesehatan keluarga. Dengan sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat, penanganan stunting dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *