Waspada Diare Berkelanjutan
JAKARTA [BahteraJateng]- Diare merupakan gangguan pencernaan kerap ditemui saat musim hujan. Namun begitu, gangguan berlangsung lama bisa menjadi tanda kesehatan serius.
Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Dr Kariadi, Retty Kharisma Sari mengatakan, diare merupakan kelainan saluran cerna sedangkan BAB (buang air besar) normal sehari 1-2 kali dengan konsistensi lunak dan padat.

“Jika ada perubahan konsistensi dan frekuensi saat BAB disebut diare,” ungkap dia saat siaran radio kesehatan bertajuk Diare Berkepanjangan Jangan Diremehkan, belum lama ini.
Dia melanjutkan, diare jika lebih dari 3x sehari dan bentuk berubah dari padat dan cair. Penyebab diare bisa dipicu infeksi, non infeksi dan psikologis. Diare bisa dikategorikan akut dan kronis.

“Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari bisa melalui obat-obatan,” kata dia.
Selain itu, kata dia, diare akut tidak ditandai tanda bahaya lain. Misalkan, gejala penyerta seperti demam bisa membaik setelah diberi obat. Diare ini disebabkan intoleransi terhadap makanan tertentu dan disarankan berhenti mengonsumsi tersebut.
“Untuk mengatasi ini usahakan tubuh terhidrasi cukup. Cairan harus masuk dibandingkan hari biasa,” kata dia.
Dia melanjutkan, diare bisa diatasi obat untuk mengurangi gejala. Obat bisa dikonsumsi 2x sekali minuman untuk mengurangi gejala 2x sekali minum dan maksimal 10x dalam sehari.
Dia melanjutkan, diare kronis dipicu oleh penyakit-penyakit lainnya seperti HIV, kanker usus dan autoimun. Diare kronis ditandai berat badan menurun dan demam.

