Tim Transisi Luthfi-Yasin Kantongi 136 Program untuk RPJMD
BOYOLALI[BahteraJateng] – Tim Transisi Ngopeni Nglakoni telah merumuskan 136 program prioritas yang akan menjadi bagian dari kebijakan pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.
Program-program ini merupakan hasil dari berbagai usulan yang dikumpulkan selama dua bulan terakhir melalui Rembug Ngopeni Nglakoni pada 1-2 Februari 2025.
Rembug tersebut dibagi menjadi empat sesi, yakni dengan pimpinan partai politik, akademisi, Tim Pemenangan, serta relawan.
Ketua Tim Transisi Luthfi-Yasin, Zulkifli Gayo, mengungkapkan bahwa program yang dihimpun mencakup berbagai sektor seperti infrastruktur, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan, serta reformasi birokrasi.
Setelah perumusan program, Tim Transisi akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Tengah untuk memastikan bahwa seluruh program ini masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan, terutama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami ingin memastikan semua janji politik yang sudah disampaikan bisa diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tutur Zulkifli.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Rembug Ngopeni Nglakoni menjadi ajang untuk menyerap aspirasi berbagai elemen masyarakat. Tak hanya melibatkan partai politik dan relawan, ia juga mengundang rektor serta direktur dari 35 perguruan tinggi, termasuk Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Dalam waktu tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan adanya kerja sama konkret dengan perguruan tinggi sesuai keunggulan masing-masing.
Beragam usulan muncul dari relawan di 35 kabupaten/kota. Relawan Kendal mengusulkan peningkatan kesejahteraan guru serta penanganan banjir. Dari Temanggung, ada permintaan stabilisasi harga tembakau serta pengadaan saluran irigasi sekunder. Komunitas nelayan menyampaikan kebutuhan normalisasi muara sungai akibat sedimentasi, bedah kapal nelayan kecil, serta beasiswa bagi anak-anak nelayan.
Komunitas disabilitas menyuarakan pentingnya aksesibilitas di fasilitas publik dan meminta desa mengalokasikan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk program pemberdayaan penyandang disabilitas.
Sementara itu, pegiat lingkungan menyoroti masalah sampah, limbah industri, serta bencana hidrometeorologi yang menyebabkan banjir di berbagai daerah.
Danang Heri Subiyantoro dari Komunitas Pemulung Jateng mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan dan berharap kebijakan pemerintah mendatang lebih berpihak pada lingkungan.
“Kami berharap ada kebijakan konkret yang bisa mengatasi persoalan limbah industri dan sampah, yang sering menjadi penyebab banjir,” katanya.
Setelah Rembug Ngopeni Nglakoni, Tim Pemenangan secara resmi dibubarkan. Namun, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa relawan tetap memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi program-program pemerintah selama lima tahun ke depan.
“Tugas relawan untuk memenangkan pemilihan sudah selesai, tetapi peran mereka dalam membangun masyarakat tetap harus berjalan,” ujarnya.
Dengan ratusan program yang telah dihimpun, pemerintahan Luthfi-Yasin diharapkan dapat merealisasikan janji-janji politiknya dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.

